Selasa, 27 September 2016

Psikologi Manajemen



PSIKOLOGI MANAJEMEN

Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Kepemimpinan













Disusun oleh :

Andika Ibnul Faisal Sadif (11514069)


Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma Depok
2016




BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Persaingan dunia usaha yang semakin ketat seiring dengan kemajuan teknologi membuat perusahan dituntut untuk selalu melakukan yang terbaik dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perusahaan berusaha untuk menciptakan produk yang  berkualitas dengan sumber daya manusia yang mumpuni.
Sumber daya manusia mempunyai peranan penting bagi perusahaan, kerena sumber daya manusia merupakan faktor penggerak seluruh tujuan perusahaan. Manusia karyawan dan pimpinan menjadi salah satu bagian yang paling penting dan banyak berperan dalam aktivitas perusahaan. Pimpinan merupakan faktor penentu dalam suksenya perusahaan atau organisasi.
Kepemimpinan yang efektif dapat memberikan pengarahan terhadap usaha semua pekerja dan tercapinya tujuan organisasi atau perusahaan. Tanpa kehadiran seorang pimpinan individu dan organisasi menjadi melemah. Keadaan tersebut menimbulkan penurunan semangat kerja bagi karyawan. Berhasil tidaknya tujuan perusahaan bergantung pada gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Pemimpinan bertujuan untuk mengelola sumber daya manusia sebagai salah satu asset yang besar pengaruhnya terhadap produktivitas karyawan.
Ketergantungan perusahaan terhadap karyawan membuat perusahaan menuntut karyawan bekerja secara optimal, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Sumber daya manusia menentukan sukses tidaknya suatu oraganisasi atau perusahaan. Pemimpin menjadi sosok yang sangat penting dalam mengatur karyawan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perlu adanya pembahasan dan pemahaman kaitan antara sumber daya manusia, organisasi dan kepemimpinan.




B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
    1.     Apa itu sumber daya manusia ?
    2.     Apa itu Organisasi ?
    3.     Apa itu kepemimpinan ?
    4.     Apa hubungan antara sumber daya manusia, organisasi dan kepemimpinan ?

C.     TUJUAN
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah :
    1.     Untuk mengetahui dan memahami mengenai sumber daya manusia.
    2.     Untuk mengetahui dan memahami mengenai organisasi.
    3.     Untuk mengetahui  dan memahami mengenai kepemimpinan.
    4.     Untuk mengetahui dan memahami hubungan atau keterkaitan antara sumber daya manusia, organisasi dan kepemimpinan.

















BAB II
PEMBAHASAN

A. SUMBER DAYA MANUSIA
    1.     Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bagian utama dari organisasi dibandingkan dengan bagian-bagian seperti modal, teknologi dan uang. Sumber daya manusia sangatlah penting dan memiliki banyak tantangan. Hal ini disebabkan karena manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Manusia mempunyai perasaan, pikiran, dan lain-lain yang tidak bisa disamakan seperti mesin. Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang penting dalam meningkatkan keunggulan untuk bersaing dengan perusahaan lain.
Penting bagi setiap perusahaan untuk mengembangkan kapasitas untuk mengelola tenaga kerja secara efektif terlepas dari ukuran perusahaan. Perusahaan besar mungkin memiliki sumber daya untuk mempekerjakan orang yang memiliki keterampilan khusus dalam bidang tertentu untuk membantu dalam proses. Dalam perusahaan yang lebih kecil, pemilik perusahaan seringkali mengambil tanggung jawab untuk memimpin pekerjaan.
Manajemen yang baik dari tenaga kerja (termasuk pekerja, supervisor, dan manajer) tidak dapat dilebih-lebihkan. Seringkali keunggulan kompetitif terbesar yang perusahaan dapat miliki adalah pengetahuan, keterampilan, kompetesi, motivasi, dan produktivitas tenaga kerja.

    2.     Manajemen SDM yan efekktif
Manajemen SDM yang efektif memerlukan strategi manajemen sumber daya manusia yang koheren dan efektif. Mengembangkan strategi seperti itu dapat digambarkan sebagai proses lima langkah yang dijelaskan disini.
         a.         Langkah 1 : Menetapkan tujuan-tujuan bisnis strategis
Rencana pengelolaan tenaga kerja harus selaras dengan tujuan bisnis secara keseluruhan. Fokusnya adalah untuk mendapatkan orang yang tepat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

         b.         Langkah 2: Mengidentifikasi struktur organisasi yang cocok
Struktur organisasi mendefinisikan siapa yang melakukan tugas-tugas dan apa yang menjadi tanggung jawab dan akuntabilitas. Struktur organisasi harus mendukung tujuan bisnis strategis yang ditetapkan sebelumnya.
          c.         Langkah 3: Mengevaluasi Kebutuhan SDM
Setelah struktur teradopsi, sejumlah pertanyaan dapat digunakan untuk
menentukan apa kebutuhan tenaga kerja dalam struktur ini:
ü  Seberapa besar volume bisnis yang mungkin akan dihasilkan oleh strategi bisnis?
ü  Tugas apa yang perlu diselesaikan?
ü  Jenis keterampilan apa yang akan diperlukan?
ü  Jenis ketrampilan apa yang kita miliki?
ü  Jenis pekerja apa yang akan dibutuhkan, dan berapa banyak?
ü  Jenis pekerja apa yang kita miliki?
ü  Berapa banyak pekerjaan pengawas akan diperlukan? berapa yang kita miliki?
ü  Staf administratif, teknis dan sekretariat apa yang akan diperlukan untuk mendukung para pekerja dan manajer tambahan? Berapa yang kita punya?
ü  Apakah akan ada orang dengan keterampilan yang memadai untuk memenuhi proyeksi kebutuhan?
ü  Bagaimana kita bisa membuat perubahan yang perlu untuk dilakukan?
ü  Bagaimana pekerja terlibat dalam proses perubahan ini?
         d.         Langkah 4: Konsultasikan dengan pekerjaan tentang strategi dan perubahan SDM
Tiga elemen penting untuk mencapai tempat kerja yang memiliki kerjasama yang efektif: komunikasi yang efektif, respek dan kepercayaan. Konsultasi tidak hanya memberikan saran kepada pekerja atau wakil mereka dari perubahan yang akan dibuat.


         e.         Langkah 5: Mengadopsi dan menerapkan strategi SDM
Hal-hal yang dilakukan untuk merencanakan dan mengelola perkembangan sumber daya manusia  dalam suatu organisasi atau perusahaan antara lain :









    3.     Peranan MSDM
MSDM mengatur program kepegawaian yang menyakut masalah masalah sebagai berikut:
            a.       Menetapkan jumlah , kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job discription, job specification, job requirement, dan job evaluation.
           b.       Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right man in the right place and the right man in the right job bahkan untuk akhir-akhir ini in the right man in the right time.
            c.       Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan pemberhentian.
           d.       Meramalkan penawaran dan permintaan sumberdaya manusia pada masa yang akan datang.
            e.       Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khususnya.
            f.        Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan yang sejenis.
            g.       Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.
            h.       Melaksanakan pendidikan , latihan, dan penilaian prestasi karyawan.
             i.        Mengatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal.
            j.        Mengatur pensiun, pemberhetian dan pesangonnya.

    4.     Ruang lingkup kegiatan MSDM
Proses yang dapat dilakukan oleh manajer personalia meliputi:
            a.       Merancang dan mengorganisasikan pekerjaan serta menglokasikannya kepada karyawan .
           b.       Merencanakan , menarik dan menyeleksi, melatih dan mengembangkan karyawan secara efektif untuk dapat melakukan pekerjaan yang telah dirancang sebelumnya.
            c.       Menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang dapat memuaskan berbagai kebutuhan karyawan melalui kesemptan pengembangan karir, sistem kompensasi atau balas jasa yang adil, serta hubungan antara karyawan dan atasan yang serasi melalui organisasi karyawan yang dibentuk.
           d.       Mempertahankan dan menjamin efektivitas dan semangat kerja yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.

    5.     Fungsi MSDM
            a.       Perencanaan.
Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan, perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian.
           b.       Pengorganisasian.
Pengorganisasia adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi dalam bagan organisasi.
            c.       Pengarahan.
Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja dengan baik, mau bekerjasama, pimpinan menugaskan bawahan agar semua tugasnya dikerjakan dengan baik .
           d.       Pengendalian.
Pengendalian adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana, apabila terjadi kesalahan atau penyimpangan diadakan perbaikan Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.
            e.       Pengadaan.
Pengadaan adalah proses penarikan , seleksi, penempatan , orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
            f.        Pengembangan.
Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
            g.       Kompensasi.
Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak.
            h.       Pengitegrasian.
Pengitegrasian adalah untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba , karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil pekerjaannya.
             i.        Pemeliharaan.
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
            j.        Kedisiplinan.
Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma. Perusahaan harus mengusahakan tercapainya keinginan tersebut.
           k.       Pemberhetian.
Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari perusahaan, Pemberhentian dapat disebabkan keinginan perusahaan, keinginan karyawan, kontrak kerja berakhir, pensiun , dan sebab sebab lainnya.

    6.     Faktor yang Mempengaruhi Manajemen SDM





Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomis, politis dan sosial.
      1.            Masalah ekonomis:
ü  Semakin terbatasnya faktor-faktor produksi menuntut agar SDM dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
ü  Semakin disadari bahwa SDM paling berperan dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
ü  Karyawan akan meningkatkan moral kerja , kedisiplinan dan prestasi kerjanya jika kepuasan diperoleh dari pekerjaannya.
ü  Terjadinya persaingan yang tajam untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas di antara perusahaan.
ü  Para karyawan semakin menuntut keamanan ekonominya pada masa depan.
      2.            Masalah politis:
ü  Hak asasi manusia mendapat perhatian dan kerja paksa tidak diperkenankan.
ü  Organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat mengharuskan perhatian yang lebih baik terhadap SDM.
ü  Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak.
ü  Adanya persamaan hak dan keadilan dalam memperoleh kesempatan kerja.
ü  Emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.

      3.            Masalah sosial:
ü  Timbulnya pergeseran nilai di dalam masyarakat akibat pendidikan dan kemajuan teknologi.
ü  Berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, akibat adanya spesialisasi pekerjaan yang mendetail.
ü  Semakin banyak pekerja wanita yang karena kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan perundang-undangan .
ü  Kebutuhan manusia yang semakin beaneka ragam, material dan non material yang harus dipenuhi oleh perusahaan.


B.     ORGANISASI

    1.     Pengertian Organisasi
Marcoulides dan Heck (1993) dalam Brahmasari (2004:16) mengemukakan bahwa budaya organisasi sebagai suatu konsep dapat menjadi suatu sarana untuk mengukur kesesuaian dari tujuan organisasi, strategi dan organisasi tugas, serta dampak yang dihasilkan. Menurut Hofstede (1986) dalam Brahmasari (2008) mendefinisikan bahwa budaya organisasi adalah sebagai interaksi dari ciri-ciri kebiasaan yang mempengaruhi kelompok-kelompok orang dalam lingkungannya.
 Atmosudirdjo dalam buku Wursanto (2005:53) mendefinisikan organisasi itu sebagai struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan yang tertentu.
Prajudi Atmosudirdjo dalam Adam (2000:4) mengemukakan bahwa organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Organisasi berarti selalu bergerak, tumbuh dan berkembang untuk mempertahankan eksistensinya. bergerak, tumbuh dan berkembangnya organisasi pada dasarnya merupakan kenyataan hidup. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi selalu bergerak, tumbuh dan berkembang untuk mempertahankan eksistensinya. bergerak, tumbuh dan berkembangnya organisasi pada dasarnya merupakan kenyataan hidup.
Organisasi itu tidak hanya sekedar sebagai wadah saja, tetapi juga sebagai sistem kerja-sama, sebagai sistem tata hubungan kerja dan sebagai proses pembagian tugas.

    2.     Tujuan dan Fungsi Organisasi
Keseluruhan kegiatan organisasi harus berorientasi pada tujuan. Tujuan organisasi dijadikan suatu  pedoman untuk dalam pembagian kerja, penentuan bahan tugas, banyaknya tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tertantu harus dipertimbangkan dengan berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan.
Salah satu fungsi Struktur Organisasi adalah pengawasan yang merupakan unsur penting dalam mewujudkan efektivitas pada organisasi. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa penerapan fungsi pengawasan secara baik dan tepat akan berdampak pada efisiensi dan efektivitas organisasi, hal ini dikarenakan dalam fungsi pengawasan terdapat integrasi berbagai kepentingan untuk mencapai satu tujuan setelah melalui proses komunikasi dan penyamaan persepsi.

    3.   Proses Pengorganisasian
Louis A. Allen (1960) definisi Pengorganisasian adalah proses mengatur dan menghubungkan pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga dapat diselesaikam secara efektif dan efisien oleh orang-orang yang menjadi anggota dari organisasi tersebut. Pengorganisasian terdiri dari 3 jenis tindakan, yaitu :
                   a.            Merancang struktur organisasi yang mencakup pekerjaan mengidentifikasi tugas-tugas yang harus dilakukan dan  menggolongkannya ke dalam kelompok-kelompok organisasi yang baik penimbangannya.
                  b.            Mendefinisikan dan mendelegasikan (melimpahkan) wewenang dan tanggung jawab.
                   c.            Menetapkan hubungan-hubungan.

Pengorganisasian memilki tiga macam dimensi sebagai berikut :
                       a.     Organisasi itu sendiri memiliki suatu bentuk, suatu konfigurasi yang melukiskan hirarki manajemen dan saluran-saluran komunikasi formal.
                       b.     Melalui proses pengorganisasian tugas-tugas dirumuskan atau ditetapkan dan pekerjaan-pekerjaan individual distruktur.
                       c.     Sebuah falsafah organisasi memengaruhi upaya dengan apa koordinasi dicapai.

    4.     Manfaat dan Keuntungan Pengorganisasian
Pengorganisasian secara efektif dapat menghasilkan manfaat atau keuntungan sebagai berikut :
              a.     Kejelasan tentang ekspektasi-ekspektasi kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisasi.
             b.     Pembagian kerja, yang menghindari timbulnya duplikasi, konflik, dan penyalahgunaan sumber-sumber daya, baik sumber daya material maupun sumber daya manusia.
              c.     Terbentuknya suatu arus aktivitas kerja yang logis, yang dapat dilaksanakan dengan baik oleh individu-individu atau sebagai kelompok-kelompok.
             d.     Saluran-saluran komunikasi yang mapan, yang membantu pengambilan keputusan dan pengawasan.
              e.     Mekanisme-mekanisme yang mengoordinasi, memungkinkan tercapainya harmoni antara para anggota organisasi, yang terlibat dalam aneka macam kegiatan.
               f.     Upaya-upaya yang difokuskan yang berkaitan dengan sasaran-sasaran secara logis dan efisien.
              g.     Struktur-struktur otoritas tepat, yang menungkinkan kelancaran perencanaan dan pengawasan pada seluruh organisasi yang bersangkutan.



C. KEPEMIMPINAN
1.      Pengertian Kepemimpinan
Wahyu Soemijo ( 1991 ) mengemukakan bahwa kepemimpinan ialah kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain untuk berpikir dan berperilaku dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi di dalam situasi tertentu.
Menurut James Stoner ( 1986 ), pengertian kepemimpinan yaitu proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok.
Seorang pimpinan yang memusatkan perhatiannya pada fungsi tugas dapat memaksakan gagasannya dan mendorong kelompok untuk cepat mengambil keputusan.

2.      Fungsi Kepemimpinan
Fungsi kepemimpinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
              a.          Fungsi Tugas
Fungsi yang bertalian dengan tugas dan mencakup fungsi–fungsi memberi saran pemecahan dan memberi informasi dan pendapatan.
             b.          Fungsi Pembinaan
Fungsi pembinaan kelompok meliputi segala sesuatu yang membantu kelompok beroperasi secara lebih lancar – misalnya, menyetujui atau memberi pujian pada anggota lain dalam kelompoknya dan menengahi ketidaksepakatan dalam kelompok.

3.      Jenis-jenis Kepemimpinan
Pendekatan tingkah laku kepemimpinan menekankan gaya kepemimpinan dalam hubungannya dengan bawahan. Menurut James A.F. Stoner (1998) berdasarkan cara pemimpin mengarahkan dan mempengaruhi bawahan, ada gaya kepemimpinan utama yaitu :
              a.     Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas atau berpusat produksi, dimana pimpinan memberikan pengarahan yang terinci dan pengawasan yang ketat pada bawahan guna menjamin pelaksanaan tugas sesuai dengan pemimpin.
             b.     Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan atau berpusat pada kemanusiaan, dimana pimpinan lebih cenderung memberi motivasi, mengundang partisipasi, serta menciptakan hubungan saling dan menghormati.

Menurut Koontz, O’Donnell dan Weihhrich, gaya kepemimpinan dapat
digolongkan berdasarkan cara pemimpin menggunakan kekuasaannya, ada tiga gaya kepemimpinan, yaitu :
              a.     Otokratik, pemimpin dipandang sebagai orang yang memberi perintah dan yang dapat menuntut keputusan ada ditangan pemimpin.
             b.     Demokratik atau partisipatif, pemimpin dipandang sebagai orang yang tidak akan melakukan suatu kegiatan tanpa mengkonsultasikan terlebih dahulu pada bawahanya. Jadi pemimpin mengikut sertakan pendapat bawahan sebelum mengusulkan suatu kegiatan atau keputusan.
              c.     Free Rein, pemimpin hanya menggunakan sedikit kekuasaan, dan memberikan banyak kebebasan bawahannya untuk melakukan kegiatan. Pemimpin memberi kekuasaan kepada bawahannya untuk menentukan tujuan perusahaan dan cara untuk mencapainya, pemimpin hanya berfungsi sebagai fasilitator.

4.      Hal- Hal Yang Mempengaruhi Pemimpin
Bagaimana seorang pimpinan memimpin terutama akan dipengaruhi oleh hal – hal sebagai berikut :
              a.     Gaya kepemimpinan
Kenyataan bahwa kepribadian atau pengalaman masa lampau seorang pimpinan membantu membentuk gaya kepemimpinannya tidak berarti bahwa gaya tersebut tidak dapat diubah. Pimpinan belajar bahwa gaya tertentu memberikan hasil lebih baik bagi mereka dari pada gaya lainnya. Jikalau suatu gaya ternyata tidak cocok, mereka dapat mengubahnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pimpinan yang mencoba memilih gaya yang sangat tidak sesuai dengan kepribadian dasarnya mustahil menggunakan gaya tersebut secara efektif.
      b.            Karakteristik bawahan
Bawahan memainkan peranan penting dalam mempengaruhi gaya kepemimpinan. Bagaimanapun, mereka adalah orang yang dianggap dipengaruhi oleh gaya tersebut. Akhirnya, tanggapan bawahan terhadap kepemimpinan menentukan seberapa jauh pimpinan yang bersangkutan akan efektif.

D. Hubungan antara SDM, Organisasi dan Kepemimpinan
Sumber daya manusia adalah pemberdayaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. Manajemen sumber daya manusia yang efektif mengharuskan manager menemukan cara terbaik dalam mengkaryakan orang-orang agarmencapai tujuan perusahaan dan meningkatkan kinerja organisasi.
Tercapainya tujuan suatu organisasi sangat tergantung dari kemampuan sumber daya manusia dalam memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya. Karena hal ini akan mendorong tercapainya tujuan organisasi dengan lebih cepat, efektif, dan efesien.
Kemampanan suatu organisasi sangat bergantung pada ketersediaan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan. Sumber daya manusia dalam hal ini pegawai yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
Suatu organisasi yang tidak didukung dengan kemampuan pegawai yang memadai akan sangat terancam keberadannya, sebagai contoh organisasi publik tidak akan bisa memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat manakala pegawainya belum memahami dan menguasai tentang tugas pokok dan fungsinya.
Dalam sektor Sumber daya manusia merupakan faktor yang terpenting dalam suatu organisasi, karena merupakan faktor penggerak utama dalam suatu organisasi. Oleh sebab itu diperlukan adanya kemampuan pegawai yang memadai terutama bagi para aparatur pemerintahan yang bertugas memberdayakan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang mengarah pada terwujudnya “good governance”.
Dukungan dari atasan kepada bawahan dalam melaksanakan tugasnya, sebaliknya tanpa ada dukungan dari bawahan maka pimpinan tidak ada artinya. Pimpinan harus bertanggung jawab atas efektifitas individu, kelompok dan organisasi itu sendiri. Seorang pimpinan harus mempertimbangkan tiga perangkat “ kekuatan “ sebelum memilih gaya kepemimpinan : kekuatan yang ada dalam diri pimpinan itu sendiri, kekuatan yang ada dalam bawahan, dan kekuatan yang ada dalam situasi. Pendekatan ini memandang pimpinan yang paling efektif adalah pimpinan yang luwes, dan mampu memilih perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan dalam waktu dan tempat tertentu.
Bila kita masuki ruang perkantoran suatu organisasi akan berbeda dengan kantor organisasi lain yang memiliki pemimpin yang berbeda. Fenomena yang kita dapatkan pada suatu organisasi (fenomena budaya organisasi), seperti: kesejukan, ketenangan, etos kerja karyawan, sikap, keramah tamahan, integritas, team work, dll., itu menggambarkan kepemimpinan dari para pemimpin tersebut. Disinilah Schein (1991) menegaskan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi itu bagaikan dua sisi mata uang yang sama.

(Herawati & Kurniasih, 2012)
(Cahya, 2013)
(Sumarsih, 2003)
(Prasetyaningsih, 2009)
(Thoyib, 2005)
(International Labour Organization, 2013)


BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
    1.     Organisasi merupakan suatu bentuk kerjasama antara sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu guna mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan bersama. Atau pada intinya organisasi adalah koordinasi secara rasional kegiatan sejumlah organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang dirumuskan secara eksplisit, melalui pengaturan dan pembagian kerja serta melalui herarki kekuasaan dan tanggung jawab.
    2.      SDM bersifat unik: Manusia merupakan sumber utama dalam menjalankan organisasi / perusahaan / bisnis, karena fungsi manusia sebagai pelaku, pengelola dan sebagai pelaksana dalam proses produksi dalam bisnis .
    3.     Kepemimpinan adalah suatu keadaan yang menunjukkan pengetahuan,motivasi, kemampuan dan kemauan dari seseorang pimpinan untuk melaksanakan dan memimpin dalam rangka memperlancar tujuan organisasi.

B.     SARAN
Adapun saran penyusun makalah ini adalah agar pembahaca lebih mencari referensi sebanyak-banyaknya. Penyusun menyadari bahwa refernsi dalam makalh ini masih terbatas. Penyusun juga menyadari ketidak sempurnaan dan pembuatan makalah ini.








DAFTAR PUSTAKA

 

Cahya, R. (2013). Pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, budaya, organisasi, disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta , 1-16.
Herawati, N. R., & Kurniasih, R. (2012). Konsep dasar organisasi definisi, tujuan dan proses. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret , 1-26.
International Labour Organization. (2013). Manajemen sumber daya manusia (4 ed.). Jakarta: International Labour Organization.
Prasetyaningsih. (2009). Pengaruh struktur organisasi, kepemimpinan dan kemampuan SDM terhadap efektivitas pelayanan persertifikatan hak atas tanah pada kantor pertanahan Kabupaten Kendal. Tesis Ilmu Administrasi Unversitas Diponegoro , 1-163.
Sumarsih. (2003). Manajemen sumber daya manusia (MSDM). Hand out Untuk pelatihan kewirausahaan mahasiswa UNY , 1-9.
Thoyib, A. (2005). Hubungan kepemimpinan, budaya, strategi dan kinerja pendekatan konsep. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 7 (1), 60-73.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...