1.
Percobaan
:
Nama
percobaan :
Subjek
percobaan :
Tempat
percobaan :
a.
Tujuan
:
b.
Dasar
teori :
c.
Alat
yang digunakan :
d.
Jalannya
percobaan :
e.
Hasil
percobaan :
f.
Kesimpulan :
g.
Daftar
pustaka :
2.
Percobaan
:
Nama
Percobaan :
Subjek
Percobaan :
Tempat
percobaan :
a.
Tujuan
:
b.
Dasar
teori :
c.
Alat
yang digunakan :
d.
Jalannya
percobaan :
e.
Hasil
percobaan :
f.
Kesimpulan :
g.
Daftar
pustaka :
3.
Percobaan
:
Nama
Percobaan :
Subjek
Percobaan :
Tempat
percobaan :
a.
Tujuan
:
b.
Dasar
teori :
c.
Alat
yang digunakan :
d.
Jalannya
percobaan :
e.
Hasil
percobaan :
f.
Kesimpulan :
g.
Daftar
pustaka :
4.
Percobaan
:
Nama
Percobaan :
Subjek
Percobaan :
Tempat
percobaan :
a.
Tujuan
:
b.
Dasar
teori :
c.
Alat
yang digunakan :
d.
Jalannya
percobaan :
e.
Hasil
percobaan :
f.
Kesimpulan :
g.
Daftar
pustaka :
|
Indera Peraba
Percobaan perasaan pada kuliit
Andika Ibnul Faisal Sadif.
Laboratorium Dasar Psikologi Faal.
Untuk mengetahui adanya reseptor
tekanan, sakit, sentuhan, dingin dan panas pada kulit, serta mengetahui letak
masing-masing pada reseptor.
Kulit
terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam
atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan
sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam
ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi
membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum
terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang
menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum
umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan
derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan
lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan
terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
Penyusun
utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari
serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning
bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum
germinativum
mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat
dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang
membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut
saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada
waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi
tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai
bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
Kulit
berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang;
sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap
berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan
reseptor-reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk
ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis
yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas,
ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Indra
peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit mamalia
dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada manusia
sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.
Reseptor-reseptor yang terletak di alat indera
peraba antara lain:
a.
Ujung Saraf Bebas: Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung
akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik
utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak
bermielin, atau serat saraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah
kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka
yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah serat saraf seringkali
bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan, sehingga hampir
mencapai stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan
raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang
serat saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut
dalam dermis.
Beberapa
saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada epidermis
berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir
saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel
merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak
juluran sitoplasma. Seperti mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan
antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan
jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel
merespon rangsangan getaran dan juga resepor terhadap dingin.
b.
Korpuskulus Peraba (Meissner): Korpuskulus peraba (Meissner)
terletak pada papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan
genetalia. Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit
dan berukuran sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul
jaringan ikat tipis menyatu dengan perinerium saraf yang menyuplai setiap
korpuskel. Pada bagian tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang
tersusun transversal. Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel
dan serat saraf ini mempunyai banyak cabang mulai dari yang mengandung mielin
maupun yang tak mangandung mielin. Korpuskulus ini peka terhadap
sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/ pembedaan dua titik (mampu membedakan
rangsang dua titik yang letaknya berdekatan).
c.
Korpuskulus Berlamel (Vater Pacini): Korpuskulus berlamel (vater
pacini) ditemukan di jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki,
jari, puting, periosteum, mesenterium, tendo, ligamen dan genetalia
eksterna. Bentuknya bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan
diameter 0,5 – 1 mm). Bentuk yang paling besar dapat dilihat dengan mata
telanjang, karena bentuknya mirip bawang.
Setiap korpuskulus
disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar dan juga telah kehilangan
sarung sel schwannya pada tepi korpuskulus. Akson saraf banyak
mengandung mitokondria. Akson ini dikelilingi oleh 60 lamela yang tersusun
rapat (terdiri dari sel gepeng). Sel gepeng ini tersusun bilateral
dengan dua alur longitudinal pada sisinya. Korpuskulus ini berfungsi
untuk menerima rangsangan tekanan yang dalam.
d.
Korpuskulus Gelembung (Krause): Korpuskulus gelembung (krause)
ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada
dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar (sferis)
dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal yang
menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat bermielin
kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan sel schwan.
Seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir
saraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya semakin
berkurang dengan bertambahnya usia. Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor
yang peka terhadap dingin.
e.
Korpuskulus Ruffini: Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat
termasuk dermis dan kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan
ikat tipis yang mengandung ujung akhir saraf yang menggelembung. Korpuskulus
ini merupakan mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendo
golgi.
Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil
serat tendo (fasikuli intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula
berlamela. Akhir saraf tak bermielin yang bebas, bercabang
disekitar berkas tendonya. Korpuskulus ini terangsang oleh regangan
atau kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk menerima rangsangan panas.
3
baskom plastik ; serta beberapa maacam cairan atau larutan (air, alcohol 70%
dan aseton)
1.1. cara kerja 3 baskom plastic
asisten lab menyediakan 3 baskom
plastic yang berisikan air. Dimana baskom kiri berisikan air dingin, baskom
tengah air biasa dan baskom kanan air hangat. Kemudian praktikan di suruh
mencelupkan kedua tangannya secara bersamaan di baskom yang berada di kiri
dan kanan selama 10 detik. Setelah 10 detik tanggan di angkat dan di simpan
secara bersamaan pada baskom yang berada di tengah.
1.2. cara kerja air, alcohol 70% dan aseton
Pertama tangan praktikan yang belum di beri cairan apapun.kemudian tangan
di beri air dan di tiup. Paktikan merasakan perubahan apa yang
terjadi, setalah itu tangan di usap lalu di berikan alcohol 70 % dan prinsip kerjanya sama seperti air
hingga cairan aseton.
1.1. Cara kerja 3 baskom plastic
Tangan kanan (panas) cepat normal
kembali
Tangan kiri (dingin) tetap dingin
1.2. Cara kerja air, alcohol 70% dan
aseton.
Air = tidak ada perubahan
Alcohol 70 % = terasa dingin
Aseton = terasa lebihdingin dari
alcohol 70%
Hasil sebenarnya :
1.1. Cara kerja 3 baskom plastic
1. Biasanya setelah di masukan ke baskom tengah tangan kanan akan terasa
dingin dan kiri akan terasa hangat.
2. Kulit sebagai thermoreseptor
mendeteksi panas dan dingin
3. Tangan kanan terasa dingin karwena ada pengurangan kalor => hangat
ke netral
4. Tangan kiri terasa hangat karena
adanya penambahan kalor => dingin ke netral
1.2. Cara kerja air, alcohol 70% dan
aseton
1. Air lebih dingin lebih cuman di
tiup
2. Alcohol lebih dingi dari air
3. Aseton lebih dingin dari alcohol
Ada reseptor pada kulit yaitu reseptor end Krause
Alcohol memiliki titik didih yang rendah sehingga mengenai
kulit alcohol akan langsung mengenai kulit.
Selama proses penguapan alcohol memiliki kalor yang di
ambil dari tubuh maka kulit akan terasa dingin.
Pada percobaan kali ini kita dapat
mengetahui kulit sebagai alat reseptor yang baik dimana dapat menghantarkan
rasa dingin, panas, sakit, perih dan lain-lain. Hal ini karena kulit terdiri
dari lapisan yang menyambung ke saraf.
Pastorino, E., Portillo, S.D. (2013). What is psychology essential : 2nd edition. USA : College
Bookstore.
Darley,
J.M., Glucksberg, S.M., Kinchla, R.A. (1986). Psychology.
New Jersey, USA : A Divison of Simon
and Schuster, INC.
Puspitawati, I. (1998). Psikologi faal. Depok: Universitas Gunadarma.
Indera Peraba
Lokalisasi taktil.
Andika Ibnul Faisal Sadif.
Laboratorium Dasar Psikologi Faal.
Memahami serta mengetahui kepekaan
syaraf dengan melokalisir tempat yang di tusukkan keberbagai tempat; serta
mengetahui kepekaan TPL (Two Point Localization)
Kemampuan sensori taktil dikategorikan dalam dua hal yaitu
diskriminasi intensitas dan diskriminasi spasial. Diskriminasi intensitas
(misal sensitivitas) merujuk kepada kemampuan menilai kekuatan simulus; diskriminasi spasial
merupakan kemampuan membedakan lokasi atau titik asal rangsang. Basis saraf dari
sensitivitas membedakan taktil terletak pada jumlah cabang sensori dan unit
sensori pada setiap area di kulit.
Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada papila dermis,
khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya silindris,
sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran sekitar 80 mikron
dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat tipis menyatu
dengan perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada bagian tengah
korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal. Beberapa
sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf ini mempunyai banyak
cabang mulai dari yang mengandung mielin maupun yang tak mangandung mielin.
Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/
pembedaan dua titik (mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya
berdekatan).
Reseptor
taktil adalah mekanoreseptor. Mekanoreseptor berespons terhadap
perubahan bentuk dan penekanan fisik dengan mengalami depolarisasi dan
menghasilkan potensial aksi. Apabila depolarisasinya cukup
besar, maka serat saraf yang melekat ke reseptor akan melepaskan potensial
aksi dan menyalurkan informasi ke korda spinalis dan otak. Reseptor
taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang berbeda
pula. Dikriminasi titik adalah Kemampuan membedakan rangsangan kulit oleh
satu ujung benda dari dua ujung disebut diskriminasi dua titik. Berbagai
daerah tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik pada tingkat
derajat pemisahan bervariasi. Normalnya dua titik terpisah 2– 4 mm dpt
dibedakan pada ujung jari tangan, 30-40mm dpt dibedakan pada dorsum pedis.
Tes dapat menggunakan kompas, jepitan rambut.
Sensasi
taktil dibawa ke korda spinalis oleh satu dari tiga jenis neuron
sensorik: serat tipe A beta yang besar, serat tipe A delta yang kecil, dan
serat tipe C yang paling kecil. Kedua jebis serat tipe A mengandung mielin
dan menyalurkan potensial aksi dengna sangat cepat; semakin besar serat
semakin cepat transmisinya dibanding serat yang lebih kecil. Informasi taktil
yang dibawa dalam serat A biasanya terlokalisasi baik. Serat C yang tidak
mengandung mielin dan menyalurkan potensial aksi ke korda spinalis
jauh lebih lambat daripada serat A.
Hampir
semua informasi mengenai sentuhan, tekanan, dan getaran masuk ke korda
spinalis melalui akar dorsal saraf spinal yang sesuai. Setelah bersinap
di spinal, informasi dengan lokalisasi dibawa oleh serat-serat A yang
melepaskan potensial aksi dengan cepat (beta dan delta) di kirim ke otak
melalui sistem lemniskus kolumna dorsalis. Serat-serat saraf dalam
sisitem ini menyebrang dari kiri ke kanan di batang otak sebelum bersinaps di
talamus. Informasi mengenai suhu dan sentuhan yang lokalisasi kurang
baik di bawa ke korda spinalis melalui serat-serat C yang melepaskan
potensial aksi secara lambat. Info tersebut dikirim ke daerah retikularis
di batang otak dan kemudian ke pusa-pusat yang lebih tinggi melalui serat di
sitem anterolateral.
Spidol
2 warna dan pengaris
Mulanya
mata praktikan di tutup dengan kain kemudian praktikan mengambil spidol yang
telah di sediakan oleh asisten lab. Setalah itu asisten lab memberikan tanda
pada kulit praktikan menggunakan spidol dan praktikan mengikuti tanda
tersebut setelah itu di ukur jarak dari tanda spidol asisten lab dan praktikan.
Hasil
pertama = 1,5 cm
Hasil
kedua = 1 cm
Hasil
ketiga = 1 cm
Hasil
sebenarnya :
1.
Bila jarak kurang dari 5 cm = syaraf
raba baik
2.
Bila jarak lebih dari 5 cm = syaraf raba kurang baik
3.
TPL (two point localization) lebih
peka terhadap
bagian yang menonjol
(hidung, mata, bibir, ujung
jari, telinga dan lain-lain)
4. Jarak
yang asisten tusuk dengan praktikan dapatkan
tergantung waktu
TPL
lebih peka terhadap bagian tubuh yang lebih menonjol. Dengan hasil yang di
dapatkan oleh praktikan pada percobaan ini syaraf raba praktikan berjarak
kurang dari 5 cm ini tandanya syaraf raba baik.
Pastorino, E.,
Portillo, S.D. (2013). What is
psychology essential : 2nd
edition. USA : College Bookstore.
Darley,
J.M., Glucksberg, S.M., Kinchla, R.A. (1986). Psychology.
New Jersey, USA : A Divison of Simon
and Schuster, INC.
Puspitawati, I. (1998). Psikologi faal. Depok: Universitas Gunadarma.
Indera Peraba
Daya membedakan sifat benda.
Andika Ibnul Faisal Sadif.
Laboratorium Dasar Psikologi Faal.
Untuk
membuktikan kepekaan syaraf peraba terhadap kehalusan benda sampai kekerasan
benda; serta bentuk-bentuk benda (streognostik).
Kepekaan
kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa akhiran
saraf yang mengelilingi foliculus rambut adalah reseptor taktil.
Kita
dapat membedakan benda – benda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan
adalah reseptor kinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan
dengan reseptor tekanan yang digeserkan.
Pada
tempat di mana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat
stimulus taktil, ternyata banyak corpuscullum tactus. Diduga
bahwa miniscus tactus juga merupakan reseptor taktil.
Perasaan
taktil dapat dibedakan menjadi perasaan taktil kasar dan perasaan taktil
halus. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicus
anterior, sedangkan implus taktil halus dihantarkan melalui faciculus
gracilis dan faciculus cunneatus.
Perasaan
taktil dapat dibedakan menjadi perasaan taktil kasar dan perasaan taktil
halus. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicus
anterior, sedangkan implus taktil halus dihantarkan melalui faciculus
gracilis dan faciculus cunneatus.
Sensasi
taktil yang
terdiri dari raba, tekanan dan getaran sering di golongkan sebagai sensasi
terpisah, mereka semua dideteksi oleh jenis reseptor yang sama. Satu – satunya perbedaan diantara ketiganya
adalah :
1.
Sensasi raba, umunya disebabkan oleh reseptor taktil di dalam
kulit atau di dalam jaringan tepat dibawah kulut.
2. Sensasi
tekanan biasanya disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan yang lebih dalam
3.
Sensasi getaran, disebabkan oleh sinyal sensori yang berulang dengan cepat,
tetapi menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang digunakan
untuk raba dan tekanan.
Kepekaan
kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa akhiran
syaraf yang mengelilingi foliculus rambut adalah reseptor taktil.
Kita
dapat membedakan benda – benda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan
adalah reseptor kinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan
dengan reseptor tekanan yang digeserkan.Pada
tempat di mana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat
stimulus taktil, ternyata banyak corpuscullum tactus.
Diduga bahwa miniscus tactus juga merupakan
reseptor taktil.
Saputangan besar, kain
(berbagai macam dari yang halus sampai yang kasar), serta berbagai macam
bentuk balok (kubus,silinder, lingkaran,segitiga dan kerucut)
3.1.
Cara kerja kekerasan permukaan
Pertama mata praktikan di tutup mengunakan kain kemudian
mengambil kain dan menyebutkanurutan kain dari halus hingga kassar
3.2.
Cara
kerja berbagai bentuk benda.
Pertama mata praktikan di tutup mengunakan
kain dan mengambil serta menyebutkan benda apa yang di berikan oleh asisten
lab.
4.1.
Cara
kerja kekerasan permukaan
Urutan
pertama kain putih
Urtan
kedua kain ping
Urutan
ketiga kain hitam
Urutan
keempat kain peach
Urutan
keempat kain hijau
4.2.
Cara kerja berbagai bentuk benda
Pada percobaan kali ini praktikan dapat
menyebutkan dengan benar 5 bentuk benda dari 5 benda.
Hasil sebenarnya :
3.1. cara kerja kekerasan permukaan
Hitam
Ping
Putih
Peach
hijau
pada percobaan kali ini praktikan dapat membedakan
bentuk benda dan permukaan kain dari halus hingga kasar dengan baik dan
benar. Hal tersebut menandakan bahwa system peraba praktikan masih berfungsi
dengan baik
Pastorino, E., Portillo, S.D. (2013). What is psychology essential : 2nd edition. USA : College
Bookstore.
Darley,
J.M., Glucksberg, S.M., Kinchla, R.A. (1986). Psychology.
New Jersey, USA : A Divison of Simon
and Schuster, INC.
Puspitawati, I. (1998). Psikologi faal. Depok: Universitas Gunadarma.
Indera Peraba
Gerak refleks.
Andika Ibnul Faisal Sadif.
Laboratorium Dasar Psikologi Faal.
Untuk mengetahui adanya gerakan-gerakan refleks pada otot.
Kepekaan
kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa akhiran
saraf yang mengelilingi foliculus rambut adalah reseptor taktil.
Kita
dapat membedakan benda – benda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan
adalah reseptor kinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan
dengan reseptor tekanan yang digeserkan.
Pada
tempat di mana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat
stimulus taktil, ternyata banyak corpuscullum tactus. Diduga
bahwa miniscus tactus juga merupakan reseptor taktil.
Gerak
refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap
rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan
terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu.
Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak
refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling
sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik, interneuron,
dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks
tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel
saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja
bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang.
Pada
gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai
dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke
pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di
dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke
efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung
refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf
penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau
mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set
saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada
lutut.
Gerak
refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana.
Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensor, interneuron, dan
neuron motor, yang mngalirkan impuls saraf untuk tipe reflek tertentu. Gerak
refleks yang paling sederhana hanya memerlukan dua tipe sel saraf yaitu
neuron sensor dan neuron motor.
Gerak
refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan
menyakitkan. Misalnya bila kaki menginjak paku,secara otomatis kita akan
menarik kaki dan akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika kita membaui
makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Berikut skema gerak
refleks: Impuls_reseptor_ neuron _sensorik_interneuron_medulla_spinalis_interneuron_
Neuron motorik_efektor_ gerakan.
Gerak
refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf sensori langsung
disampaikan oleh neuron perantara (neuron penghubung). Hal ini berbeda sekali
dengan mekanisme gerak biasa.
Gerak
biasa rangsangan akan diterima oleh saraf sensorik dan kemudian disampaikan
langsung ke otak. Dari otak kemudian dikeluarkan perintah ke saraf motori
sehingga terjadilah gerakan. Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui
atu dikontrol oleh otak. Sehingga oleh sebab itu gerak biasa adalah gerak
yang disaari. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk
menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.
Gerak
pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa
disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan
panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk
selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa
tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan
oleh efektor.
Gerak
refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap
rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan
terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu.
Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.
Sebuah martil refleks
dengan bagian depan terbuat dari karet.
Praktikan duduk di atas meja kemudian
merilekskan kedua kakinya dan asisten lab megetuk salah satu lutut praktikan.
Pada percobaan kali ini terjadi gerakan
refleks pada lutut praktikan.
Hasil sebenarnya :
1. Lutut
yang di pukul dengan martil reflek secara spontan akan bergerak sendiri (ada
gerak refleks)
2. Namun tidak harus bergerak, bisa juga terasa seperti tersetrum
Gerak
refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan
menyakitkan. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara
otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat
dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari
terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk.
Pastorino, E., Portillo, S.D. (2013). What is psychology essential : 2nd edition. USA : College
Bookstore.
Darley,
J.M., Glucksberg, S.M., Kinchla, R.A. (1986). Psychology.
New Jersey, USA : A Divison of Simon
and Schuster, INC.
Puspitawati, I. (1998). Psikologi faal. Depok: Universitas Gunadarma.
|
Selasa, 14 Juli 2015
laporan percobaan praktikum faal (indera peraba)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)
Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas : 3PA02 Npm : 11514069 I. MATERI RET A. Rational Emotive Therapy (RET) 1. ...

-
1. Percobaan : Nama percobaan : Subjek per...
-
1. Percobaan : Nama percobaan : Subjek per...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar