Jumat, 14 November 2014

aliran psikologi behaviorisme


BEHAVIORISME

1. John B Watson
Pendiri teori behaviorisme adalah John B. Watson pada tahun 1913, yang berpendapat bahwa obyek utama studi psikologi adalah prilaku (lebih tegas prilaku yang dapat di amati). Selanjutnya beliau berpendapat bahwa psikologi akan berkembang sebagai disiplin ilmu yang berfokus pada prilakuyang dapat di observasi.
Watson  menolak teori intropeksi dengan alasan metode intropeksi sangat subyektif sifatnya. Hal ini bertentangan sifat keilmuan, karena syarat pengetahuan di sebut ilmiah adalah apabila data dapat di ukur dan di evaluasi oleh ilmuan lainnya.
Pandangan Watson dapat di lihat dalam artikelnya yang berjudul “Psychology as the Behaviorist Views It” dalam psychological review tahun 1913. Dalam artikel tersebut Watson mengemukakan tentang definisi psikologi, yang mengkritik stuktualisme dan  fungsionalisme yang di pandang sebagai psikologi lama tentang kesadaran. Menurut beliau psikologi itu murni yang merupakan cabang dari pengetahuan alam (natural science) eksperiamental. Tujuan psikologi secara teoritis adalah memrediksi dan mengontrol prilaku, sehingga intropeksi bukan merupakan metoda yang di gunakan.yang di pelajari adalah prilaku yang dapat di amati, bukankesadaran karena merupakan pengertian yang meragukan (dubious).
Aliran ini meupakan aliran behaviorisme klasik. Watson lebih memperhatikan prilaku dan tidak mengakui adanya mental, kesadaran, predisposisi yang di miliki manusia. Menurutnya manusia memiliki raga, fisik, badan, dan refleks. Refleks inilah yang di kondisikan menjadi prilaku. Refleks terjadi secara beraturan.

2. Ivan Petrovich Pavlov
Ivan Petrovich Pavlov adalah seorang ilmuan rusia yang mendalami ilmu faal hewan dan kedokteran di Universitas St. Petresburg. Pavlov ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu dapat di observasi secara nyata. Karena, menurut beliau kesadaran tidak dapat di observasi secara langsung. Sama halnya seperti John B. Watson, Pavlov menolak di gunakan metoda intropeksi, karena tidak dapat di peroleh data yang objektif. Pavlov ingin merintis objective psychology, sehingga metoda intropeksi tidak dapat di gunakan. Beliau mendasarkan eksperimennya pada pada keadaan yang benar-benar dapat di observasi (observed facts).
Teori belajar Pavlov  di sebut  Classical conditioning. Menurut Pavlov hampir semua organisme prilakunya terjadi secara refleks dan di batasi oleh rangsangan  yang sederhana dan bersifat mekanis. Menurut Classical conditioning, pengkondisian menyebabkan pengikatan respon reflektif yang di peroleh pada stimulus tak terkondisi, yang berasal dari stimulus netral yang di kondisikan. Classical conditioning juga disebut sebagai pengkondisian emosional, karena stimuli tak terkondisi memperoleh penambahan respon-respon emosional dari respon-respon lainya.
Pavlov mengemukakan bahwa dengan menerapkan strategi ternyata individu dapat di kendalikan melalui cara stimulus alami, dengan stimulus yang tepat untuk mendapat pengulangan respon yang di inginkan. Sementara individu tidak menyadari bahwa ia di kendalikan oleh stimulus, yang berasal dari luar dirinya. Pavlov melakukan percobaan terhadap anjing yang di beri stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Dari hasil percobaan, sinyal sangat penting dalam adaptasi hewan terhadap sekitarnya.

3. Edward Lee Thorndike
Penelitian Pavlov merangsang peneliti asal Amerika Serikat yaitu Edward Lee Thorndike untuk melakukan studi yang serupa. Penelitian Thorndike memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam teori behaviorisme, terutama dalam menjelaskan pengaruh dari konsekuensi prilaku terhadap prilaku berikutnya. Hasil temuanya di generalisasikan sebagai hokum pengaruh yaitu “respon akan di perkuat jika di ikuti oleh kesenangan, dan di lemahkan jika di ikuti oleh ketidaksenangan (kesakitan)”. Prinsip ini menjadi dasar teori behaviorisme yang di kenal sebagai “Reinforcement”.
Thorndike merupakan tokoh utama aliran teori belajar koneksionisme, yang juga di juluki  “S-R bond theory”. Ia juga di kenal hokum belajarnya yang di sebut Law Of Effect.
Dalam teori S-R (Stimulus-Response) di katakana bahwa dalam proses belajar, pertama kali organisme melakukan dengan cara coba dan salah (trial and error). Apabila organisme mendapatkan masalah, maka organisme itu akan bertingkah lakuuntuk memecahkan masalah itu. Apabila tingkah laku itu dapat memecahkan masalah, maka berdasarkan pengalaman itulah cara menyelesaikan masalah yang serupa. Misalnya seekor kucing di masukkan kedalam kandang yang terkunci, kemudian di luar kandang di taruh makanan. Maka kucing tersebut akan bergerak, meloncat, mencakar, dan sampai suatu saat secara kebetulan ia menginjak pedal yang bisa membuka kunci kandang. Sejak saat itulah kucing akan menginjak pedal untuk membuka kandang jika ia di masukkan kedalam kandang.

1.4. Burrhus Frederick Skinner
Burrhus Frederick Skinner memperluas penelitian dari Thorndike. Menurut Skinner tingkah laku sepenuhnya di tentukan oleh stimulus, tidak ada factor perantara lainnya. Tingkah laku atau respon (R) tertentu akan timbul sebagia reaksi terhadap stimulus (S) tertentu. Respon yang di maksud Skinner adalah respon berkondisi yang di kenal dengan respon operant (tingkah laku operant), sendangkan stimulusnya adalah stimulus operant.
Menurut Skinner ada tiga syarat terjadinya interaksi antara organisme dan lingkungannya yaitu :
1.      Ketika respon terjadi,
2.      Respon itu sendiri, dan
3.      Konsekuensi penguatan respon.
Focus kajian penelitian Skinner adalah hubungan antara stimulus dan response.jika stimulus di manipulasi makaperubahan prilaku organisme yang terjadi dapat di amati. Secara sederhana perubahan prilaku itu seperti gejala berikut ini :
*      Free operant dan discrete-trial studies. Yang di maksud discrete-trial adalah situasi tertentu yang di berikan kepada subyek sehingga subyek memberikan respon sendangkan, free operant adalah suatu percobaan yang di buat Skinner untuk meneliti operant sehingga subyek bebas membuat respons atau tidak, serta cepat atau lambat.
*      Tingkat respon,tingkat operant dan keadaan tetap. Tingkat respon adalah hubungan antara penguat dan tingkah laku. Sendangkan tingkat operant adalah pola dan frekensi respon yang timbul untuk prilaku operant. Keadaan tetap adalah ketetapan dalam tingkah laku operant, setelah sejumlah pengual di berikan dalam periode waktu tertentu.
*      Reinforcement (penguatan). Reinforcement adalah stimulus yang mengikuti suatu respond an memperkuatnya. Ada Reinforcement positif  yaitu menguatkan respon yang di hasilkan, dan Reinforcement negative yaitu menguat respon yang ingin di hilangkan.
*      Extinction (lenyap) dan hukuman. Lenyap adalah di man suatu proses operant yang telah terbentuk tidak mendapat penguat lagi. Sendangkan hukuman adalah stimulus yang merupakan konsekuensi tingkah laku yang mengurangi kemungkinan terejadinya prilaku di masa mendatang
*      Stimulus control, adalah efek dari stimuli yang terjadi lebih dulu pada tingkah laku operant
*      Tingkah laku kompleks, rangkaian, operant bersamaan. Tingkah laku kompleks menunjukan adanya rangkaian yaitu adanya urutan-urutan tingkah laku yang kompleks. Operant bersamaan adalah menganalisis tingkah laku yang kompleks melalui control stimulus dari tingkah laku yang bersamaan.
Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dari teori-teori behaviorisme. Persamaan kelompok teori belajar behaviorisme adalah belajar merupakan sutu proses stimulus dan respon yang bersifat otomatis, dan merupakan perolehan pengalaman dari luar. Kondisi internal individu seperti intelegensi, bakat dan motivasi tidak berpengaruh paada proses belajar.
Perbedaan di antara proses belajar behaviorisme adalah sebagai berikut. Menurut Watson memeprbanyak refleks sejak lahir. Perbanyak refleks ini dapat di lakukan dengan cara kondisoning (upaya memperkuat S-R). sendangkan menurut Pavlov yang di kenal dengan Classical Conditioning berpendapat bahwa belajar terjadi secar refleks dan di batasi oleh rangsangan yang sederhana dan bersifat mekanis. Thorndike mengemukakan tiga proses belajar yaitu hokum latihan, hokum pengaruh dan hokum kesiagaan. Teori belajar Skinner menekankan adanya reinforcement dalam proses belajar, perubahan prilaku dapat di amati dalam kondisi yang di control.



Sumber referensi :
·         Yufiarti & Gumelar, Gumgum (2012). Sejarah dan dasar-dasar psikologi. CHCD offset: Jakarta.
·         Basuki, A.M Heru (2008). Psikologi umum. Universitas Gunadarma. Jakarta.

aliran psikoanalisis


  PSIKOANALISIS

Psikoanalisis di dirikan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Menurut beliau pikiran-pikiran yang di repress atau di tekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal atau menyimpang. Psikoanalisis dapat di pandang sebagai teknik terapi dan sebagai aliran psikologi. Sebagai aliran psikologi, psikoanalisis banyak berbicara mengenai kepribadian, khususnya dari segi stuktur, dinamika, dan perkembangannya.

Sturuktur kepribadian
Menurut Freud ( Alwisol, 2005 : 17 ) kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yaitu sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Sadar (conscious) merupakan bagian kecil dari kepribadian yang nampak. Tak sadar (unconscious) merupakan kepribadian yang masih berada di bawah kendali otak serta mengandung insting-insting yang bisa mendorong prilaku manusia. Sendangkan prasadar (preconscious) di dalamnya terdapat stimulus-stimulus yang belum di repress,sehingga dapat dengan mudah di timbulkan kembali dalam kesadaran.
Freud berpendapat dalam struktur kepribadian terdapat suatu system yang terdiri dari tiga unsur yaitu Id, Ego, dan Super Ego. Yang dimana masing-masing memiliki asal, aspek, fungsi, prinsip operasi, dan perlengkapan sendiri.
Y      Id, adalah aspek kepribadian yang di miliki individu sejak lahir. Dengan kata lain Id merupakan pembawaan sejak lahir atau factor pembawaan. Id merupakan aspek biologis dari kepribadian yang berupa dorongan-dorongan instintif yang fungsinya untuk mempertahankan konstansi atau keseimbangan. Misalnya rasa lapar dan haus, jika tubuh membutuhkan makanan dan minuman. Dengan muncul rasa lapar  dan haus individu berusaha mempertahankan keseimbangan hidupnya dengan cara berusaha memperoleh makanan dan minumnan.

Menurut Freud Id berfungsi berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle), munculnya dorongan-dorongan yang merupakan manifestasi Id adalah dalam rangka membawa individu ke dalam keadaan seimbang. Jika ini terpenuhi maka rasa puas dan senang akan diperoleh. Perlengkapan yang di miliki Id menurut Freud berupa gerak reflex, yaitu gerakan yang terjadi secara spontan. Misalnya aktivitas bernapas saat menghirup oksigen dan mengkedipkan mata.


Y      Ego, merupakan aspek kepribadian yang di peroleh sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Menurut Freud, ego merupakan aspek psikologi dari kepribadiaan yang fungsinya mengarahkan individu pada realitas atas dasar prinsip realitas (reality principle). Misalnya ketika individu mera salapar secara realistis maka hanya dapat di atasi dengan makan. Dalam hal ini ego mempertimbangkan bagaimana cara memperoleh makanan. Namun ketika mendapatkan makanan, makanan tersebut di teliti apakah layak untuk di makan atau tidak.

Y      Super ego, adalah aspek sosiologis dari kepribadian, yang isinya berupa nilai-nilai atau aturan-aturan yang sifatnya normative. Menurut Freud super ego terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai dari figur-figur yang berperan, berpengaruh atau berarti individu.
Aspek kepribadian memiliki fungsi :
Ø  Sebagai pengendali Id agar dorongan-dorongan Id di salurkan dalam bentuk aktivitas yang dapat di terima masyarakat.
Ø  Mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral
Ø  Mendorong individu kepada kesempurnaan

Dinamika Kepribadian
a.       Distribusi Energi
Dimamika kepribadian, menurut Frued bagaimana energy psikis di distribusikana dan di gunakan oleh Id, Ego, Super Ego. Freud menyatakan bahwa energi yang ada pada individu berasal dari sumber yang sama yaitu dari makanan yang di konsumsi. Energy manusia di bedakan dari perggunaanya, yaitu energy yag di gunakan untuk aktivitas fisik di sebut energy fisik sendangkan energy yang di gunakan untuk psikis adalah energy psikis. Menurud Frued jumlah energy itu terbatas sehingga terjadi semacam persaingan di anataa ketiga aspek kepribadian untuk memperoleh dan mempergunakanya. Jika salah satu banyak mengunakan aspek energy maka aspek kepribadian yang lain lemah.
b.      Mekanisme pertahanan ego
Menurut Freud, mekanisme pertahanan ego (ego defence mechanism) sebagai strategi yang di gunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan Id mampu untuk menghadapi tekanan dari super ego atas ego, dengan tujuan kecemasan yang di alami individu dapat di kurangi atau di redakan.
     


Mekanisme pertahanan (defence mechanism) adalah merupakan mekanisme pertahanan ego untuk menghalangi dorongan primitive muncul di super ego, terdapat 9 macam yaitu :
ü  Represi, adalah suatu pengalaman yang di tekan kedalam ketidaksadaran dan di harapkan tidak muncul di alam sadar. Misalnya kita mempunyai teman pengkhianat maka teman tersebut di benamkan sampai di alam ketidaksadaran.
ü  Pembentukan reaksi, adalah reaksi yang di buat sebaliknya denga tujuan untuk tidak melanggar super ego. Misalnya seorang ibu terhadap anaknya yang di lahirkan hamper merenggut nyawanya, maka ibu seharusnya semakin membenci namun ibu semakin menyayangi anaknya.
ü  Proyeksi, adalah super ego melarang seseorang mempunyai sikap terhadap orang lain, maka ia berbuat seolah-olah orang lain itu yang mempunyai sikap tertentu kepada dirinya. Misalnya kita membenci seseorang namun karena orang tersebut merupakan atasan, maka kita mengatakan atasan yang membenci kita.
ü  Penempatan yang keliru, merupakan pelampiasan perasaan kepada orang ketiga. Misalnya seseorang di marahi pimpinan maka dia akan kembali menegur bawahannya lagi.
ü  Rasionalisasi, adalah pembenaran pelampiasan perasaan yang sebenarnya di larang oleh super ego. Misalnya kita memukul anak dengan alas an untuk mendidik anak tersebut.
ü  Supresi, hamper sama dengan represi tetapi yang di tekan merupakan hal yang datang dari ketidaksadaran. Misalnya dorongan odipoes complex.
ü  Sublimasi, adalah dorongan yang tidak di benarkan super ego tetapi tetap di lakukan juga. Misalnya perbuatan membunuh orang namun karena suasana perang maka di laksanakan juga.
ü  Kompensasi, adalah dorongan untuk menutupi kelemahan dengan berprestasi di bagian lain. Misalnya seorang tidak cantik tetapi ia berprestasi secara akademik.
ü  Regresi, adalah dorongan untuk menghindari ancaman dengan cara mundur ketaraf perkembangan yang lebih rendah. Misalnya orang yang sudah tua kembali bersikap seperti anak-anak.

Perkembangan kepribadian
a.       Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian
Menurut Freud perkembangan kepribadian individu di pengaruhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan. Kematangan menurut Freud adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia, sendangkan ketegangan dapat timbul karena adanya frustasi, konflik, dan ancaman.

b.      Tahap-tahap perkembangan kepribadian
Menurut Freud kepribadian individu sudah terbentuk pada saat ia berusia lima tahun. Freud menyatakan bahwa kepribadian berlangsung melalui lima fase, yang berhubungan dengan kepekaan pada daerah-daerah orogeny atau bagian tubuh tertentu yang sensitive terhadap rangsangan. Ada pun lima fase perkembangan kepribadian sebagai berikut :
*      Fase oral (oral stage): usia 0 sampai 18 bulan
Bagian tubuh yang sangat sensitive adalah mulut.
*      Fase anal (anal stage) : usia 18 bulan sampai 3 tahun
Pada fase ini bagian yang sensitive adalah anus.
*      Fase falis (phallic stage) : usia 3 sampai 6 tahun
Pada fase ini bagian tubuh yang paling sensitive adalah kelamin
*      Fase laten (latency stage) : usia 6 tahun hingga pubertas
Pada fase ini dorongan seks cenderung laten atau tertekan.
*      Fase genital (genital stage) : tejadi hingga individu memasuki pubertas hingga tahap selanjutnya. Di tahap ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi.




Sumber referensi :
·         Yufiarti & Gumelar, Gumgum (2012). Sejarah dan dasar-dasar psikologi. CHCD offset: Jakarta.
·         Basuki, A.M Heru (2008). Psikologi umum. Universitas Gunadarma. Jakarta.

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...