Kamis, 26 Maret 2015

training PESEK (Positive Self Talk)



TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN
Training PESEK


Oleh :         Andika Ibnul Faisal Sadif (11514069)
Kelas : 1 PA 11


A.   LATAR BELAKANG
Di era globalisasi saat ini yang serba instant, menuntut seseorang untuk bekerja secara cepat tanpa mempertimbangkan proses. Maka tak heran sering kita jumpai dalam dunia pendidikan banyak remaja yang kurang percaya akan potensi diri mereka sendiri. Hal ini di sebabkan oleh, meningkatnya tindakan curang yang di lakukan secara berulang-ulang. Apabila hal ini terus di biasakan maka akan timbul tindakan yang kurang kreatif. Sehingga dalam merespon stimulus baik yang di terima di dalam lingkup sekolah atau di luar menjadi berkurang.
Oleh karena itu kami mempunyai inisiatif melalui karya kreatif kami untuk melakukan training “PESEK” (Positive Self Talk) di kalangan remaja. Kami berkeyakinan dengan di adakannya  training ini dapat melatih remaja untuk mengembangkan rasa percaya diri akan kemampuan yang di miliki dan melatih untuk berpikir positif dalam menghadapi permasalahan baik di sekolah atau di lingkungan tempat remaja tersebut itu tinggal.

B.   KONSEP KREATIF
1.      Produk
Training PESEK
*ket PESEK : Positive Self Talk
2.      Person
o   Pengelolah
·         Trainer yang ahli di bidang psikologi
·         Panitia training yang berasal dari fakultas Psikologi
o   Pendukung karya
·         Lembaga pendidikan, universitas, sekolah yang berperan sebagai penyedia fasilitas tempat di adakannya training
·         HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) yang berperan sebagai lembaga yang menaungi penyelenggaraan training khususnya dalam dunia pendidikan dan atas pelatihan  seperti yang telah tercantum dalam kode etik psikologi Indonesia BAB VIII tentang pendidikan dan pelatihan.
o   Sasaran
·         Remaja Siswa – siswi SMA se-Jabodetabek
·         Mahasiswa se-Jabodetabek
·         Anak jalanan
C.   PRESS
ü  Motivasi
Kami ingin menciptakan anak bangsa yang lebih kreatif dan inovatif  dalam berbagai bidang. Mencegah tindakan yang instant dalam melakukan hal seberat apapun, serta menumbuhkan potensi yang ada pada diri sendiri.
ü  Dampak
1.      Positif
a.       Melatih siswa untuk membangun rasa percaya diri.
b.      Mengurangi perbutan curang yang biasa di lakukan di sekolah.
c.       Meminimalisir adanya kecenderungan rasa cemas dalam diri siswa.
d.      Mengembangkan cara berpikir positif.
2.      Negatif
Pelatihan ini membutuhkan waktu yang cukup banyak menyita waktu, apa lagi di tambah dengan jumlah subjek yang terlalu banyak sehingga sulit di lakukan pengontrolan keefektifan training tersebut.
ü  Prediksi
Jika training ini sering di lakukan maka secara otomatis cara berpikir positif  dan rasa percaya diri semakin berkembang.
ü  Faktor yang mendukung atau yang mengagalkan implementasi produk
1.      Mendukung
a.       Adanya kerjasama antara pihak yang mengadakan training dan lembaga pendidikan.
b.      Andanya kerjasama antara subjek yang terlibat dalam training untuk bersunguh-sungguh mengikuti training sampai selesai.
c.       Fasilitas pendukung training (ruangan yang nyaman)
2.      Mengagalkan
a.       Tidak ada kesungguhan subjek dalam mengikuti trining
b.      Subjek yang menjadi peserta pelatihan bukan yang sudah mempunyai rasa percaya diri
ü  Cara mengatasi kegagalan produk
1.      Sebelum mengikuti pelatihan subjek di beri surat perjanjian dan untuk mengikuti pelatihan sampai selesai.
2.      Melakukan seleksi terlebih dahulu kepada subjek sebelum melakukan pelatihan dengan cara melakukan kerjasama dengan guru yang biasa mengajar di kelas.

D.   PROSES
1.      Melakukan kerjasama dengan trainer yang siap memberikan pelatihan
2.      Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3.      Melakukan penyeleksian terhadap subjek yang terlibat dalam pelatihan
4.      Membuat surat perjanjian dengan subjek yang ingin melakukan pelatihan
5.      Melakukan peninjauan ruangan tempat di lakukannya pelatihan
6.      Membuat jadwal pelatihan
7.      Menyelengaraan pelatihan
8.      Melakukan evaluasi kegiatan pelatihan

Sabtu, 03 Januari 2015

reportase asisten apoteker







Biodata nara sumber
Nama                           : Hendro Syafira
Ttl                                : Padang,3 November 1992
Agama                         : Islam
Pekerjaan                     : Asisten apoteker
Pendidikan                  : SMK Farmasi
Pengalaman kerja        : 4 tahun PT.Kimia Farma Grup

            Hendro Syafira adalah kelahiran Padang yang besar di Depok.  Ia adalah lulusan SMK Farmasi yang kini bekerja di “ Apotek Kimia Farma”. Baliau merupakan seorang pekerja sekaligus mahasiswa di salah satu Universitas swasta di Depok. Menurut beliau pendidikan merupakan hal yang patut di utamakan di banding hal apa pun. Sebab pendidikan adalah pintu dari segala ilmu dan masa depan.

Reporter          : Selamat malam, bagaimana kabarnya hari ini…. baik apa ngk…!!
Nara sumber    : Allhamdulilah baik…..
Reporter          : Bagaimana bisa di mulai wawancaranya….!!
Nara sumber    : Iya bisa kok….!!
Reporter          : Kesibukan anda sekarang apa….!!
Nara sumber    : Asisten apoteker dan kuliah…
Reporter          : Sejak kapan anda bekerja di apotek
Nara sumber    : Sejak 2010 hingga sekarang
Reporter          : Di mna  tempat kerja anda sekarang
Nara sumber    : Apotek kimia farma 202 Depok
Reporter          : Berapa pendapatan anda setiap bulan…!!!
Nara sumber    : Sekitar 2,2 juta per bulan
Reporter          : Kenapa anda bisa sampai kerja di apotek
Nara sumber    : Karena basic saya dari farmasi dan juga lulusan dari SMK Farmasi
Reporter          : Apa kah kuliah anda tidak tergangu sama pekerjaan anda……..!!
Nara sumber    : Sebenarnya sangat tergangu ………..!
Reporter          : Kenapa sampai anda katakan bisa tergangu……!!
Nara sumber    : karena jam kerja dankuliah kadang bentrok
Reporter          : Bagaimana caranya anda mengatasi  jam kuliah dan kerja  jika di saat yang bersamaan
Nara sumber    : Terpaksa ada salah satu yang di korbanin, namun meminta dispensasi pada atasan
Reporter          : Apakah hal ini tidak membuat atasan anda marah pada anda….!!
Nara sumber     : Sebenarnya marah, namun karna pendidikan menurut saya itu penting jadi saya akan mementingkan pendidikan saya terlebih dahulu
Reporter           : Jika anda nantinya di keluarkan daripekerjaan anda, apakah anada tidak menyesal ?
Nara sumber     : Menyesal, namun ini semua adalah pilihan dan harus saya hadapi…
Reporter           : Ok……….. terima kasih atas informasinyaa….
Nara sumber     : Iya sama-sama………………

Jumat, 02 Januari 2015

reportase tatto





Biodata narasumber
Nama               : Febrian Aditya
Ttl                    : Depok, 22 Febuari 1990
Alamat              : Cimanggis
Pendidikan      : SMA sederajat
Pekerjaan         : Waiters

            Febrian aditya adalah seorang pengemar seni tatto. sapaan akrab beliau adalah “Mbie”. Ia sejak kecil sangat suka akan seni. Menurut beliau “ seni merupakan sebuah karya anak manusia yang mempunyai nilai keindahan jika kita bisa maknai arti dari nilai itu”. Tattoo merupakan seni yang dapat di aplikasikan dalam tubuh beliau. Sejak lulus dari bangku pendidikan ia mulai apresiasikan diri lewat seni tattoo. Tattoo pertama yang beliau buat terdapat pada kaki, kemudian lanjut ke tanggan dan leher serta yang baru selesai di buat beberapa hari yang lalu berada pada bagian tulang rusuk hingga ke perut. Hingga kini terdapat sekitar 25 tatto permanen ada pada tubuh beliau.
            Berikut wawancara penulis bersama beliau :

Reporter          : Selamat sore Mbie, bagaimna aktifitas hari ini..!! lancar apa ngk ..!!
Nara sumber    : Selamat sore juga Dikaa, alhamdulilah seperti biasa lancar…
Reporter          : Hm..gi mana apa sudah bisa di mulai wawancaranya ?
Nara sumber    : Oh..iya bisa kok…
Reporter          : Langsung saja yaa… kenapa anda bisa sampai menato diri anda..?
Nara sumber    : Saya menato diri saya bukan tanpa ada alasan, alasan saya menato karna tatto merupakan sebuah karya seni yang indah serta dapat di wujudkan pada badan
Reporter          : Tattoo yang pertama kali anda buat berada di tubuh bagian mana ?
Nara sumber    : Tattoo pertama saya di kaki
Reporter          : Di mana tempat anda membuatnya ?
Nara sumber    : Tempat saya membuat tattoo untuk pertama kali di Juanda, di rumah  teman saya
Reporter          : Bagaimana rasanya ketika anda di tattoo ?
Nara sumber    : Rasanya sakit, namun sakitnya itu kangenin…
Reportet          : Maksudnya kangenin itu gi mana ?
Nara sumber    : Jadi maksudnya itu, setiap jarum dan tinta masuk rasanya sangat sakit seperti ada yang mengelitik itu yang di maksud ngangenin dikaa
Reporter          :  Siapa yang membuat tattoo anda ?
Nara sumber    : Bobi marjinal dari komunitas  taring babi
Reporter          : Tatto di bagian mana yang terasa paling sakit ketika di buat….!
Nara sumber    : Yang paling sakit di leher sama rusuk….
Reporter          : Ok..terima kasih atas informasinya serta waktu yang di luangkan
Nara sumber    : iya sama-sama dikaa

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...