Biodata narasumber
Nama : Febrian Aditya
Ttl :
Depok, 22 Febuari 1990
Alamat : Cimanggis
Pendidikan : SMA sederajat
Pekerjaan : Waiters
Febrian aditya adalah seorang pengemar seni tatto. sapaan
akrab beliau adalah “Mbie”. Ia sejak kecil sangat suka akan seni. Menurut
beliau “ seni merupakan sebuah karya anak manusia yang mempunyai nilai
keindahan jika kita bisa maknai arti dari nilai itu”. Tattoo merupakan seni
yang dapat di aplikasikan dalam tubuh beliau. Sejak lulus dari bangku
pendidikan ia mulai apresiasikan diri lewat seni tattoo. Tattoo pertama yang
beliau buat terdapat pada kaki, kemudian lanjut ke tanggan dan leher serta yang
baru selesai di buat beberapa hari yang lalu berada pada bagian tulang rusuk
hingga ke perut. Hingga kini terdapat sekitar 25 tatto permanen ada pada tubuh
beliau.
Berikut wawancara penulis bersama beliau :
Reporter : Selamat sore Mbie, bagaimna
aktifitas hari ini..!! lancar apa ngk ..!!
Nara sumber : Selamat sore juga Dikaa, alhamdulilah
seperti biasa lancar…
Reporter : Hm..gi mana apa sudah bisa di mulai
wawancaranya ?
Nara sumber : Oh..iya bisa kok…
Reporter : Langsung saja yaa… kenapa anda bisa
sampai menato diri anda..?
Nara
sumber : Saya menato diri saya bukan
tanpa ada alasan, alasan saya menato karna tatto merupakan sebuah karya seni
yang indah serta dapat di wujudkan pada badan
Reporter : Tattoo yang pertama kali anda buat
berada di tubuh bagian mana ?
Nara
sumber : Tattoo pertama saya di kaki
Reporter : Di mana tempat anda membuatnya ?
Nara
sumber : Tempat saya membuat tattoo
untuk pertama kali di Juanda, di rumah
teman saya
Reporter : Bagaimana rasanya ketika anda di
tattoo ?
Nara
sumber : Rasanya sakit, namun sakitnya
itu kangenin…
Reportet : Maksudnya kangenin itu gi mana ?
Nara
sumber : Jadi maksudnya itu, setiap
jarum dan tinta masuk rasanya sangat sakit seperti ada yang mengelitik itu yang
di maksud ngangenin dikaa
Reporter :
Siapa yang membuat tattoo anda ?
Nara
sumber : Bobi marjinal dari
komunitas taring babi
Reporter : Tatto di bagian mana yang terasa paling
sakit ketika di buat….!
Nara
sumber : Yang paling sakit di leher
sama rusuk….
Reporter : Ok..terima kasih atas informasinya
serta waktu yang di luangkan
Nara
sumber : iya sama-sama dikaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar