Nama :
Andika Ibnul Faisal Sadif
Kelas : 3PA02
NPM :11514069
PSIKOLOGI
MANAJEMEN
A.
Pengertian Komunikasi
Herbert
T mengemukakan komunikasi adalah proses mentransfer pengetahuan atau makna
untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut
Effendy komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh
seseorang kepada orang lain. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi,
gagasan, opini, dan yang muncul dari pikiran sendiri.
Krech
menyatakan bahwa komunikasi adalah kegiatan menggunakan simbol-simbol dalam
rangka menyampaikan informasi tentang suatu objek.
Komunikasi
adalah proses sosial dimana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk
menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Komunikasi
juga merupakan penyampaian informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan
sebagainya dengan menggunakan lambang-lambang atau kata-kata, gambar, bilangan,
grafik, dan lain-lain. Kegiatan atau proses penyampaiannya biasanya dinamakan
komunikasi.
Riswandi
menyimpulkan beberapa karakteristik komunikasi berdasar berbagai definisi yang
dikemukakan para ahli, antara lain (Riswandi, 2006) :
a. Komunikasi adalah suatu proses,
artinya komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi
secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya
dalam kurun waktu tertentu.
b. Komunikasi adalah suatu upaya yang
disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang
dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan
dari pelakunya.
c. Komunikasi menuntut adanya
partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi
akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau
lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama
terhadap topik pesan yang disampaikan.
d. Komunikasi bersifat simbolis karena
dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum
digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk
kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
e. Komunikasi bersifat transaksional.
Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua
tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
f.
Komunikasi
menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya bahwa para pelaku yang terlibat dalam
komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya
berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan
lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam
berkomunikasi.
Komunikasi dibagi menjadi dua yaitu
komunikasi internal dan komunikasi eksternal :
1. Komunikasi internal
Komunikasi
internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota
organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara
pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb. Proses komunikasi internal
ini bisa berujud komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok.
2. Komunikasi
eksternal
Komunikasi
eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan
khalayak di luar organisasi. Pada organisasi besar, komunikasi ini lebih banyak
dilakukan oleh kepala hubungan masyarakat dari pada pimpinan sendiri. Yang
dilakukan sendiri oleh pimpinan hanyalah terbatas pada hal-hal yang dianggap
sangat penting saja.
B.
Dimensi Komunikasi
Dimensi-dimensi komunikasi sebagai
berikut :
a.
Isi, adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi
antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih.
b.
Kebisingan,
adalah
tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi.
c.
Jaringan,
sejauh
mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi.
Diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit).
d.
Arah, dimensi ini terbagi menjadi dua
yaitu :
a. Dimensi
komunikasi satu arah, komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang
berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih.
b. Dimensi komunikasi dua arah, Komunikasi
2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu
orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk
menyampaikan beberapa informasi.
C.
Peran Psikologi Manajemen Dalam
Organisasi
Manajemen adalah
seni mengatur atau mengontrol, sendangkan organisasi adalah suatu wadah atau
kumpulan beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama, serta mempunyai aturan
yang tersistematis. Hubungannya antara psikologi manjemen dan organisasi adalah
untuk mengatur atau mengontrol prilaku beberapa orang dalam suatu wadah dengan
aturan terikat, guna untuk memajukan SDM serta peningkatan produktifitas
organisasi tersebut.
Daftar Pustaka
-
Effendy, O. (1994). Ilmu Komunikasi: Teori dan
Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya.
-
Wiryanto. (2005). Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia
Wiasarana Indonesia.
-
Nawangsari, S. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma