Senin, 28 November 2016

kepemimpinan



Nama   : Andika Ibnul Faisal Sadif
Kelas   : 3PA02
Npm    : 11514069



KEPEMIMPINAN


A.    Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka. Sebagaimana didefinisikan oleh Stoner, Freeman, danGilbert (1995), kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task related activities of group members. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.  Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan rutinorganisasi ( Katz & Kahn, 1978:528). Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi kea rah pencapaian tujuan ( Rauch & Behling, 1984:46). Jadi Kepemimpinan itu adalah sebuah proses yang mendarahkan dan mempengaruhi sedikit demi sedikit pada pengarahan organisasi.

B. Gaya Kepemimpinan (leadership behaviour / style)

Gaya kepemimpinan (leadership behaviour / style) dimaksudkan sebagai perilaku atau tindakan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan manajerial, yang dibedakan sebagai berikut:
1.      Gaya berorientasi pada tugas (task oriented), cenderung pada gaya otoriter dimana pemimpin tidak membri kesempatan bawahan untuk ikut berpartisipasi dalam penetapan keputusan.
2.      Gaya berorientasi pada manusia (people oriented), cederung pada gaya demokratis dimana memberikan kesempatan partisipasi pada bawahan dalam pengambilan keputusan.
3.      Gaya berorientasi pada kombinasi keduanya (tugas dan manusia), cenderung pada gaya moderat dimana berorientasi pada iman, ilm, amal, serta berwawasan lingkungan dan visi masa depan.

C. Corak Interaksi Pemimpin dengan Bawahannya

1.      Kepemimpinan Transaksional
Pemimpin berinteraksi dengan bawahannya melalui proses transaksi. Bass dan Avolio (1994) membagi empat macam transaksi, yaitu:
a.       Continget reward; bawahan dijanjikan imbalan yang setimpal jika dapat bekerja dengan baik, “jika anda bekera baik akan saya beri imbalan yang baik.”
b.      Management by exception-active; pemimpin aktif dan memantau ketat pelksanaan tugas bawahan agar tidak membuat kesalahan atau agar kesalahan bawahan dapat diketahui dan diperbaiki dengan cepat. “silahkan mengerjakan tugas anda, saya akan awasi secara ketat sehingga jika terjadi kesalahan saya akan bantu anda.”
c.       Management by exception-passive; pemimpin baru akan bertindak setelah terjadi kegagalan untuk mencapai tujuan bekerja. “silahkan melaksanakan pekerjaan anda, jika timbul masalah usahakan untuk mengastasi masalah anda sendiri, saya baru akan membantu anda jika saya lihat anda tidak mampu mengatasi  permasalahan tersebut.”
d.      Laissez-faire; pemimpin membiarkan bawahannya melakukan tugas tanpa ada pengawasan dari dirinya, dengan akat lain kerja bawahan adalah tanggung jawab bawahan. “silahkan anda melakukan tugas anda secara mandiri, anda mampu dan harus bertanggung jawab atas hasil pekerjaan anda.”

2.       Kepemimpinan Transformasional
Interaksi antara pemimpin dan bawahan ditadai oleh pengaruh pemimpin untuk mengubah perilaku bawahan menjadi seseorang yang merasa mampu dan bermotiasi tinggi serta berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu.Terdapat lima aspek kepemimpinan transformasional, yaitu:
a.       Attributed charisma; pemimpin mendahulukan kepentingan perusahaan dan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.
b.      Inspirational leadership / motivation; pemimpin mampu menimbulkan inspirasi pada bawahannya, antara lain dengan menentukan standar-standar tinggi, memberikan keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai.
c.       Intellectual stimulation; bawahan merasa pemimpin mendorong mereka untuk memikirkan kembali cara keja mereka, untuk mencari cara-cara baru dalam mempersepsi tugas-tugas mereka.
d.      Individualized consideration; bawahan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara khusus oleh pimpinannya. Pemimpin memperlakukan bawahan sebagai seorang pribadi yang memiliki kecakapan, kebutuhan, keinginan masing-masing
e.       Idealized influence; pemimpin berusaha melalui pembicaraan mempengaruhi bawahan dengan menekanka pentingnya nilai-nilai dan keyakinan, pentingnya kaitan ppada keyakinan,perlu dilmilikinya tekad dalam mencapai tujuan.

D. Komponen Kepemimpinan
Terdapat tiga komponen penting dalam kepemimpinan yaitu:
1.      Pengaruh, Kepemimpinan terjadi karena adanya proses pengaruh. Pemimpin mempengaruhi bawahan atau pengikut kearah yang diinginkan.
2.       Legitimasi, merupakan pengakuan atau pengukuhan kedudukan pemimpin. Lebigitimasi juga merupakan posisi formal dalam kekuasaan (power) dalam organisasi. Pemimpin yang memiliki legitimasi institusional atau legitimasi personal dapat mempengaruhi atau memerintah bawahan / pengikut, dan bawahan / pengikut rela dipengaruhi serta diperintah oleh pemimpin yang memiliki legitimasi. Nawahan / pengikut melaksanakan perintah dengan baik.
3.       Tujuan, Pemimpin senantiasa berurusan dengan berbagai tujuan, seperti: (1) tujuan individu, (2) tujuan kelompok, (3) tujuan organisasi. Pemimpin dipandang oleh bawahan bedasarkan kepuasan bawahan itu sendiri dalam menjalankan perintah dari pemimpinnya. Pemimpin harus dapat mengusahakan keseimbangan antara tujuan organisasi dengan keinginan bawahan dari hasil yang menyenangkan agar lebih bergairah dalam bekerja.

E. Ciri-Ciri Kepemimpinan
Menurut Davis yang dikutip oleh Reksohadiprojo dan Handoko (2003:290-291),ada 10 ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesankepemimpinan dalam pemerintahan antara lain sebagai berikut :
1.      Kecerdasan(Intelligence) Penelitian-penelitian pada umumnya menunjukkan bahwa seorangpemimpin yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggidaripada pengikutnya, tetapi tidak sangat bebrbeda.
2.      Kedewasaan, Sosial dan Hubungan Sosial yang luas(Social maturity and Breadht) Pemimpin cenderung mempunyai emosi yang stabil dan dewasa atau matang, serta mempunyai kegiatan dan perhatian yang luas.
3.      Motivasi diri dan dorongan berprestasi Pemimpin secara relatif mempunyai motivasi dan dorongan berprestasiyang tinggi, mereka bekerja keras lebih untuk nilai intrinsik.
4.      Sikap-sikap hubungan manusiawiSeorang pemimpin yang sukses akan mengakui harga diri dan martabat pengikut-pengikutnya, mempunyai perhatian yang tinggi dan berorientasi pada bawahannya.
5.      Memiliki Pengaruh YangKuat. Seorang pemimpin harus memiliki pengaruh yang kuat untuk menggerakkan orang lain atau bawahan agar berusaha mencapai tujuankelompok secara sukarela.
6.      Memiliki Pola Hubungan Yang Baik. Seorang pemimpin sukses mampu menciptakan pola hubungan agar individu, dengan menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap sekelompok orang agar bekerja sama dalam mencapai tujuan yangdikehendaki bersama.
7.      Memiliki Sifat-Sifat Tertentu Seorang Pemimpin sukses memiliki sifat-sifat khusus seperti kepribadian baik,kemampuan tinggi dan kemampuan tinggi dan kemauan keras,sehingga mampu menggarakkan bawahannya.
8.      Memiliki Kedudukan atau Jabatan. Seorang pemimpin selalu memiliki kedudukan atau jabatan dalam organisasi, baik di pemerintahan maupun di masyarakat karenakepemimpinan merupakan serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dari kedudukan jabatan dan gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri.
9.      Mampu Berinteraksi. Seorang pemimpin yang baik akan selalu berinteraksi secara baik dengan sesama pemimpin, bawahan dan masyarakat yang dipimpinnya, dalam situasi dan kondisi apa pun, buruk maupun menyenangkan.
10.  Mampu Memberdayakan. Seorang pemimpin yang sukses biasanya mampu memberdayakan bawahan dan masyarakat yang dipimpinnya

F.      Contoh Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional
1.      Kepemimpinan Transaksional
Seorang walikota dari sebuah kota terkotor di dunia yang letaknya berada di salah satu Negara Amerika Latin, berhasil mengubah negaranya menjadi negara terbersih di dunia dengan melarang pembelian sayur kecuali dengan menukarnya dengan sampah. Jadi masyarakat akan diberikan sayur yang merupakan salah satu makanan pokok mereka hanya dengan mereka membawa sampah ketempat pembuangan yang telah ditentukan pemerintah, disana masyarakat kemudian dapat menukar sampah tersebut dengan sayur.
2.      Kepemimpinan Transformasional
Mahatma Gandhi sebagai contoh klasik kepemimpinan transformasional. Gandhimenimbulkan harapan dan permintaan dari jutaan rakyatnya dan dalam proses itu digantikan oleh dirinya sendiri. Contoh terbaru kepemimpinan transformasional dapat diamati dalam kehidupan Ryan White. Ryan White meningkatkan kesadaran orang-orang Amerika akan AIDS dan dalam prosesnya menjadi pembicara untuk meningkatkan dukungan pemerintah terhadap penelitian AIDS



Referensi
Soekarso & Putong. (20115). Kepemimpinan: kajian teoritis dan praktis. Buku & Artikel
Karya Iskandar Putong
Munandar, S. Ashar. (2014). Psikologi Industri dan organisasi. Jakarta: Universitas
Indonesia
Hasibuan, M.S.P. (2007). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara



Minggu, 16 Oktober 2016

psikologi manajemen (definisi dan demensi komunikasi )

Nama          : Andika Ibnul Faisal Sadif
Kelas           : 3PA02
NPM           :11514069



PSIKOLOGI MANAJEMEN

A.     Pengertian Komunikasi
Herbert T mengemukakan komunikasi adalah proses mentransfer pengetahuan atau makna untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Effendy komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi, gagasan, opini, dan yang muncul dari pikiran sendiri.
Krech menyatakan bahwa komunikasi adalah kegiatan menggunakan simbol-simbol dalam rangka menyampaikan informasi tentang suatu objek.
Komunikasi adalah proses sosial dimana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Komunikasi juga merupakan penyampaian informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya dengan menggunakan lambang-lambang atau kata-kata, gambar, bilangan, grafik, dan lain-lain. Kegiatan atau proses penyampaiannya biasanya dinamakan komunikasi.
Riswandi menyimpulkan beberapa karakteristik komunikasi berdasar berbagai definisi yang dikemukakan para ahli, antara lain (Riswandi, 2006) :
a.       Komunikasi adalah suatu proses, artinya komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
b.      Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
c.       Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang disampaikan.
d.      Komunikasi bersifat simbolis karena dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
e.       Komunikasi bersifat transaksional. Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
f.        Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya bahwa para pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.
Komunikasi dibagi menjadi dua yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal :
1.    Komunikasi internal
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb. Proses komunikasi internal ini bisa berujud komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok.
2.    Komunikasi eksternal
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Pada organisasi besar, komunikasi ini lebih banyak dilakukan oleh kepala hubungan masyarakat dari pada pimpinan sendiri. Yang dilakukan sendiri oleh pimpinan hanyalah terbatas pada hal-hal yang dianggap sangat penting saja.



B.     Dimensi Komunikasi

Dimensi-dimensi komunikasi sebagai berikut :
a.         Isi, adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih.
b.         Kebisingan, adalah tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi.
c.         Jaringan, sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit).
d.         Arah, dimensi ini terbagi menjadi dua yaitu :
a.       Dimensi komunikasi satu arah, komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih.
b.      Dimensi komunikasi dua arah, Komunikasi 2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi.

C.     Peran Psikologi Manajemen Dalam Organisasi
Manajemen adalah seni mengatur atau mengontrol, sendangkan organisasi adalah suatu wadah atau kumpulan beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama, serta mempunyai aturan yang tersistematis. Hubungannya antara psikologi manjemen dan organisasi adalah untuk mengatur atau mengontrol prilaku beberapa orang dalam suatu wadah dengan aturan terikat, guna untuk memajukan SDM serta peningkatan produktifitas organisasi tersebut.




Daftar Pustaka
-         Effendy, O. (1994). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya.
-         Wiryanto. (2005).  Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia.
-         Nawangsari, S. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...