Jumat, 19 Juni 2015

mencari karya kreatif dalam bidang psikologi



Perlunya Psikologi Positif di Tempat Kerja
Orin C. Davis, Ph.D.
Amerika Serikat, Psikologi Zone – Sudah pasti semua perusahaan ingin membangun karyawan mereka menjadi kreatif, cerdas, kolaboratif dan penuh motivasi bekerja. Namun, bagaimana bisa sebuah perusahaan yang cenderung mendorong ketidakseimbangan kehidupan dan kelelahan kerja menjadi lebih perhatian.
Berdasarkan prespektif ini, sudah saatnya perusahaan perlu beralih ke cabang psikologi yang berhubungan dengan pengembangan dan kekuatan individu, yaitu psikologi positif.
“Saya pikir setiap jenis tempat kerja, terlepas dari ukuran, bisa mendapatkan keuntungan secara signifikan dari kesejahteraan karyawan, dan memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan bahkan menjadi yang terbaik.” kata Orin C. Davis, Ph.D., peneliti dan konsultan di Quality of Life Laboratory, ketika dihubungi oleh Psikologi Zone (7/2).
Hal ini menjadi penting untuk sejumlah alasan, termasuk fakta bahwa orang dewasa begitu banyak menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bekerja. Tempat kerja mereka pasti akan memiliki pengaruh besar pada kehidupan mereka.
“Ketika sebuah tempat kerja meningkatkan kesejahteraan positif, karyawan lebih cenderung untuk menempatkan diri mereka sebaik mungkin ke dalam pekerjaan mereka, memberikan keuntungan bagi perusahaan, dan menghasilkan karya yang lebih kreatif dan inovatif, semuanya meningkatkan laju perusahaan secara keseluruhan.” jelas Davis.
Dalam paper yang dipublikasikan oleh Davis dengan judul Why the Workplace Needs Positive Psychology, ada beberapa cara berdasarkan penelitian dalam psikologi positif bagi perusahaan untuk bisa mencapai kesejahteraan positif bagi karyawan.
Davis memberikan beberapa contoh, misalnya, proses seleksi dapat ditingkatkan dengan menilai kekuatan dan kemampuan pelamar dalam hal bagaimana mereka dapat berkontribusi pada kebutuhan perusahaan.

Contoh lain, perusahaan dapat bekerja dengan karyawan mereka untuk menemukan cara-cara di mana individu dapat memaksimal kontribusi atau kekuatannya, sehingga memberikan dia pekerjaan yang berhubungan dengan tanggung jawab. (mba)

Jumat, 24 April 2015

menyimak film " Next World : Future Life on Earth"



Hasil pengamatan kami setelah menonton film "Next World : Future Life on Earth” terdapat tiga penemuan yang menarik perhatian kami. Tiga penemuaan ini menurut kami sangat membantu bagi bangsa Indonesia jika diterapkan oleh pemerintah kita. Sebab dari ketiga penemuaan ini banyak terkandung nilai positif bagi lingkungan serta kelestarian bangsa ini. Ketiga penemuan tersebut sebagai berikut :
1.      Floating cities
Floating cities adalah penemuan di mana perumahan warga yang di modifikasi agar terhindar dari bencana air bah atau banjir. Keunggulan utama dari penemuan ini adalah jika air datang secara tiba-tiba maka dengan sendirinya rumah akan terangkat sesuai dengan volume air yang datang. Hal ini jika di terapkan di Indonesia maka kita tak perlu lagi cemas dan khawatir kalau banjir yang tiap tahun menjadi teman akrab kita datang lagi. Penemuan ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan program kerjanya yang hampir setiap saat memikirkan daerah yang dipimpinya agar terhindar dari banjir. Kita semua tau apabila banjir telah selesai maka bukan hanya sisa lumpur saja yang tertinggal, namun akan memicu penyakit lainnya setelah banjir selesai. Jika penemuan ini diterapkan maka tingkat kesehatan bangsa juga akan meningkat.
2.      Foot power
Foot power adalah pengambilan energy listrik dari setiap pijakan kaki orang di tempat umum. Pengambilan energy listrik ini di ambil pada saat siang dan digunakan pada malam hari. Menurut kelompok kami sisi positif yang dapat diambil dan di kembangkan pada bangsa Indonesia pada sisi positifnya adalah dengan menggunakan penemuan ini kita dapat menghemat energy. Di era global ini untuk kebutuhan energy kita sangat terbatas apa lagi masih banyak terdapat daerah-daerah di pedalaman bangsa ini, yang sama sekali belum mendapatkan listrik. Dengan adanya penemuan ini pemerintah dapat memberikan energy yang merata kepada daerah yang sama sekali tidak  mendapatkan listrik. Jika hal ini di kembangkan pada bangsa ini maka penghematan listrik dapat digunakan untuk keperluaan lainnya.
3.      Sling short.
Sling short adalah system penyaringan air dengan alat teknologi yang lebih modern. Pada alat penemuaan air yang sudah tercemar bisa di olah kembali menjadi air yang jerni dan bersih serta dapat di minum. Jika penemuan ini di kembangkan dan diterapkan pada bangsa Indonesia, maka bangsa kita tidak akan lagi kekurangan air bersih. Sebagian besar daerah di Indonesia sekitar 80% kekurangan air bersih. Di era yang makin pesat ini air bersih sangat sulit didapatkan, padahal air merupakan salah satu kebutuhan kita yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari. Keunggulan pada penemuan ini air yang terkandung dalam lumpurpun dapat di saring menjadi air yang bersih serta bening. Jika pemerintah kita dapat menerapkan alat ini maka kita tidak akan cemas kekurangan air bersih. Menurut film tersebut di masa yang akan datang bukan minyak bumi yang akan mahal di dunia secara global nantinya namun, air bersihlah yang akan sangat mahal.

Kamis, 26 Maret 2015

training PESEK (Positive Self Talk)



TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN
Training PESEK


Oleh :         Andika Ibnul Faisal Sadif (11514069)
Kelas : 1 PA 11


A.   LATAR BELAKANG
Di era globalisasi saat ini yang serba instant, menuntut seseorang untuk bekerja secara cepat tanpa mempertimbangkan proses. Maka tak heran sering kita jumpai dalam dunia pendidikan banyak remaja yang kurang percaya akan potensi diri mereka sendiri. Hal ini di sebabkan oleh, meningkatnya tindakan curang yang di lakukan secara berulang-ulang. Apabila hal ini terus di biasakan maka akan timbul tindakan yang kurang kreatif. Sehingga dalam merespon stimulus baik yang di terima di dalam lingkup sekolah atau di luar menjadi berkurang.
Oleh karena itu kami mempunyai inisiatif melalui karya kreatif kami untuk melakukan training “PESEK” (Positive Self Talk) di kalangan remaja. Kami berkeyakinan dengan di adakannya  training ini dapat melatih remaja untuk mengembangkan rasa percaya diri akan kemampuan yang di miliki dan melatih untuk berpikir positif dalam menghadapi permasalahan baik di sekolah atau di lingkungan tempat remaja tersebut itu tinggal.

B.   KONSEP KREATIF
1.      Produk
Training PESEK
*ket PESEK : Positive Self Talk
2.      Person
o   Pengelolah
·         Trainer yang ahli di bidang psikologi
·         Panitia training yang berasal dari fakultas Psikologi
o   Pendukung karya
·         Lembaga pendidikan, universitas, sekolah yang berperan sebagai penyedia fasilitas tempat di adakannya training
·         HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) yang berperan sebagai lembaga yang menaungi penyelenggaraan training khususnya dalam dunia pendidikan dan atas pelatihan  seperti yang telah tercantum dalam kode etik psikologi Indonesia BAB VIII tentang pendidikan dan pelatihan.
o   Sasaran
·         Remaja Siswa – siswi SMA se-Jabodetabek
·         Mahasiswa se-Jabodetabek
·         Anak jalanan
C.   PRESS
ü  Motivasi
Kami ingin menciptakan anak bangsa yang lebih kreatif dan inovatif  dalam berbagai bidang. Mencegah tindakan yang instant dalam melakukan hal seberat apapun, serta menumbuhkan potensi yang ada pada diri sendiri.
ü  Dampak
1.      Positif
a.       Melatih siswa untuk membangun rasa percaya diri.
b.      Mengurangi perbutan curang yang biasa di lakukan di sekolah.
c.       Meminimalisir adanya kecenderungan rasa cemas dalam diri siswa.
d.      Mengembangkan cara berpikir positif.
2.      Negatif
Pelatihan ini membutuhkan waktu yang cukup banyak menyita waktu, apa lagi di tambah dengan jumlah subjek yang terlalu banyak sehingga sulit di lakukan pengontrolan keefektifan training tersebut.
ü  Prediksi
Jika training ini sering di lakukan maka secara otomatis cara berpikir positif  dan rasa percaya diri semakin berkembang.
ü  Faktor yang mendukung atau yang mengagalkan implementasi produk
1.      Mendukung
a.       Adanya kerjasama antara pihak yang mengadakan training dan lembaga pendidikan.
b.      Andanya kerjasama antara subjek yang terlibat dalam training untuk bersunguh-sungguh mengikuti training sampai selesai.
c.       Fasilitas pendukung training (ruangan yang nyaman)
2.      Mengagalkan
a.       Tidak ada kesungguhan subjek dalam mengikuti trining
b.      Subjek yang menjadi peserta pelatihan bukan yang sudah mempunyai rasa percaya diri
ü  Cara mengatasi kegagalan produk
1.      Sebelum mengikuti pelatihan subjek di beri surat perjanjian dan untuk mengikuti pelatihan sampai selesai.
2.      Melakukan seleksi terlebih dahulu kepada subjek sebelum melakukan pelatihan dengan cara melakukan kerjasama dengan guru yang biasa mengajar di kelas.

D.   PROSES
1.      Melakukan kerjasama dengan trainer yang siap memberikan pelatihan
2.      Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3.      Melakukan penyeleksian terhadap subjek yang terlibat dalam pelatihan
4.      Membuat surat perjanjian dengan subjek yang ingin melakukan pelatihan
5.      Melakukan peninjauan ruangan tempat di lakukannya pelatihan
6.      Membuat jadwal pelatihan
7.      Menyelengaraan pelatihan
8.      Melakukan evaluasi kegiatan pelatihan

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...