Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif
Kelas : 3PA02
Npm : 11514069
KEPEMIMPINAN
A. Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan
dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam
melakukan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka. Sebagaimana
didefinisikan oleh Stoner, Freeman, danGilbert (1995), kepemimpinan adalah the
process of directing and influencing the task related activities of group
members. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para
anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh
sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap
pengarahan rutinorganisasi ( Katz & Kahn, 1978:528). Kepemimpinan adalah
proses mempengaruhi aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi kea rah pencapaian
tujuan ( Rauch & Behling, 1984:46). Jadi Kepemimpinan itu adalah sebuah
proses yang mendarahkan dan mempengaruhi sedikit demi sedikit pada pengarahan
organisasi.
B. Gaya Kepemimpinan (leadership behaviour / style)
Gaya
kepemimpinan (leadership behaviour / style) dimaksudkan sebagai perilaku
atau tindakan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan
manajerial, yang dibedakan sebagai berikut:
1.
Gaya berorientasi pada tugas (task
oriented), cenderung pada gaya otoriter dimana pemimpin tidak membri
kesempatan bawahan untuk ikut berpartisipasi dalam penetapan keputusan.
2.
Gaya berorientasi pada manusia (people
oriented), cederung pada gaya demokratis dimana memberikan kesempatan
partisipasi pada bawahan dalam pengambilan keputusan.
3.
Gaya berorientasi pada kombinasi
keduanya (tugas dan manusia), cenderung pada gaya moderat dimana berorientasi
pada iman, ilm, amal, serta berwawasan lingkungan dan visi masa depan.
C. Corak Interaksi Pemimpin dengan Bawahannya
1.
Kepemimpinan Transaksional
Pemimpin
berinteraksi dengan bawahannya melalui proses transaksi. Bass dan Avolio (1994)
membagi empat macam transaksi, yaitu:
a.
Continget
reward; bawahan dijanjikan imbalan yang
setimpal jika dapat bekerja dengan baik, “jika anda bekera baik akan saya beri
imbalan yang baik.”
b.
Management
by exception-active; pemimpin aktif dan memantau ketat
pelksanaan tugas bawahan agar tidak membuat kesalahan atau agar kesalahan
bawahan dapat diketahui dan diperbaiki dengan cepat. “silahkan mengerjakan
tugas anda, saya akan awasi secara ketat sehingga jika terjadi kesalahan saya
akan bantu anda.”
c.
Management
by exception-passive; pemimpin baru akan bertindak
setelah terjadi kegagalan untuk mencapai tujuan bekerja. “silahkan melaksanakan
pekerjaan anda, jika timbul masalah usahakan untuk mengastasi masalah anda
sendiri, saya baru akan membantu anda jika saya lihat anda tidak mampu
mengatasi permasalahan tersebut.”
d.
Laissez-faire; pemimpin membiarkan bawahannya melakukan tugas tanpa ada
pengawasan dari dirinya, dengan akat lain kerja bawahan adalah tanggung jawab
bawahan. “silahkan anda melakukan tugas anda secara mandiri, anda mampu dan
harus bertanggung jawab atas hasil pekerjaan anda.”
2.
Kepemimpinan
Transformasional
Interaksi antara pemimpin dan bawahan ditadai oleh pengaruh
pemimpin untuk mengubah perilaku bawahan menjadi seseorang yang merasa mampu
dan bermotiasi tinggi serta berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan
bermutu.Terdapat lima aspek kepemimpinan transformasional, yaitu:
a.
Attributed
charisma; pemimpin mendahulukan kepentingan
perusahaan dan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.
b.
Inspirational
leadership / motivation; pemimpin
mampu menimbulkan inspirasi pada bawahannya, antara lain dengan menentukan
standar-standar tinggi, memberikan keyakinan bahwa tujuan dapat dicapai.
c.
Intellectual
stimulation; bawahan merasa pemimpin mendorong
mereka untuk memikirkan kembali cara keja mereka, untuk mencari cara-cara baru
dalam mempersepsi tugas-tugas mereka.
d.
Individualized
consideration; bawahan merasa diperhatikan dan
diperlakukan secara khusus oleh pimpinannya. Pemimpin memperlakukan bawahan
sebagai seorang pribadi yang memiliki kecakapan, kebutuhan, keinginan
masing-masing
e.
Idealized
influence; pemimpin berusaha melalui
pembicaraan mempengaruhi bawahan dengan menekanka pentingnya nilai-nilai dan
keyakinan, pentingnya kaitan ppada keyakinan,perlu dilmilikinya tekad dalam
mencapai tujuan.
D. Komponen Kepemimpinan
Terdapat tiga komponen penting dalam
kepemimpinan yaitu:
1.
Pengaruh, Kepemimpinan terjadi
karena adanya proses pengaruh. Pemimpin mempengaruhi bawahan atau pengikut
kearah yang diinginkan.
2.
Legitimasi,
merupakan pengakuan atau pengukuhan kedudukan pemimpin. Lebigitimasi juga
merupakan posisi formal dalam kekuasaan (power) dalam organisasi. Pemimpin yang
memiliki legitimasi institusional atau legitimasi personal dapat mempengaruhi
atau memerintah bawahan / pengikut, dan bawahan / pengikut rela dipengaruhi
serta diperintah oleh pemimpin yang memiliki legitimasi. Nawahan / pengikut melaksanakan
perintah dengan baik.
3.
Tujuan,
Pemimpin senantiasa berurusan dengan berbagai tujuan, seperti: (1) tujuan
individu, (2) tujuan kelompok, (3) tujuan organisasi. Pemimpin dipandang oleh
bawahan bedasarkan kepuasan bawahan itu sendiri dalam menjalankan perintah dari
pemimpinnya. Pemimpin harus dapat mengusahakan keseimbangan antara tujuan
organisasi dengan keinginan bawahan dari hasil yang menyenangkan agar lebih
bergairah dalam bekerja.
E.
Ciri-Ciri Kepemimpinan
Menurut Davis yang dikutip oleh Reksohadiprojo dan Handoko
(2003:290-291),ada 10 ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap
kesuksesankepemimpinan dalam pemerintahan antara lain sebagai berikut :
1. Kecerdasan(Intelligence)
Penelitian-penelitian pada umumnya menunjukkan bahwa seorangpemimpin yang
mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggidaripada pengikutnya, tetapi
tidak sangat bebrbeda.
2. Kedewasaan, Sosial dan Hubungan
Sosial yang luas(Social maturity and Breadht) Pemimpin cenderung mempunyai
emosi yang stabil dan dewasa atau matang, serta mempunyai kegiatan dan
perhatian yang luas.
3. Motivasi diri dan dorongan
berprestasi Pemimpin secara relatif mempunyai motivasi dan dorongan
berprestasiyang tinggi, mereka bekerja keras lebih untuk nilai intrinsik.
4. Sikap-sikap hubungan
manusiawiSeorang pemimpin yang sukses akan mengakui harga diri dan martabat
pengikut-pengikutnya, mempunyai perhatian yang tinggi dan berorientasi pada
bawahannya.
5. Memiliki Pengaruh YangKuat. Seorang
pemimpin harus memiliki pengaruh yang kuat untuk menggerakkan orang lain atau
bawahan agar berusaha mencapai tujuankelompok secara sukarela.
6. Memiliki Pola Hubungan Yang Baik.
Seorang pemimpin sukses mampu menciptakan pola hubungan agar individu, dengan
menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap sekelompok orang agar bekerja
sama dalam mencapai tujuan yangdikehendaki bersama.
7. Memiliki Sifat-Sifat Tertentu
Seorang Pemimpin sukses memiliki sifat-sifat khusus seperti kepribadian
baik,kemampuan tinggi dan kemampuan tinggi dan kemauan keras,sehingga mampu
menggarakkan bawahannya.
8. Memiliki Kedudukan atau Jabatan.
Seorang pemimpin selalu memiliki kedudukan atau jabatan dalam organisasi, baik
di pemerintahan maupun di masyarakat karenakepemimpinan merupakan serangkaian
kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dari kedudukan jabatan dan gaya
atau perilaku pemimpin itu sendiri.
9. Mampu Berinteraksi. Seorang pemimpin
yang baik akan selalu berinteraksi secara baik dengan sesama pemimpin, bawahan
dan masyarakat yang dipimpinnya, dalam situasi dan kondisi apa pun, buruk
maupun menyenangkan.
10. Mampu Memberdayakan. Seorang
pemimpin yang sukses biasanya mampu memberdayakan bawahan dan masyarakat yang
dipimpinnya
F. Contoh Kepemimpinan Transaksional
dan Transformasional
1. Kepemimpinan Transaksional
Seorang
walikota dari sebuah kota terkotor di dunia yang letaknya berada di salah satu
Negara Amerika Latin, berhasil mengubah negaranya menjadi negara terbersih di
dunia dengan melarang pembelian sayur kecuali dengan menukarnya dengan sampah.
Jadi masyarakat akan diberikan sayur yang merupakan salah satu makanan pokok
mereka hanya dengan mereka membawa sampah ketempat pembuangan yang telah
ditentukan pemerintah, disana masyarakat kemudian dapat menukar sampah tersebut
dengan sayur.
2. Kepemimpinan Transformasional
Mahatma
Gandhi sebagai contoh klasik kepemimpinan transformasional. Gandhimenimbulkan
harapan dan permintaan dari jutaan rakyatnya dan dalam proses itu digantikan
oleh dirinya sendiri. Contoh terbaru kepemimpinan transformasional dapat
diamati dalam kehidupan Ryan White. Ryan White meningkatkan kesadaran
orang-orang Amerika akan AIDS dan dalam prosesnya menjadi pembicara untuk
meningkatkan dukungan pemerintah terhadap penelitian AIDS
Referensi
Soekarso & Putong.
(20115). Kepemimpinan: kajian teoritis dan praktis. Buku & Artikel
Karya Iskandar Putong
Munandar, S. Ashar. (2014). Psikologi
Industri dan organisasi. Jakarta: Universitas
Indonesia
Hasibuan, M.S.P. (2007). Manajemen
sumber daya manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195009011981032
RAHAYU_GININTASASI/kepemimpinan.pdf