Selasa, 10 Mei 2016

Histrionic Personality Disorder

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Istilah histrionic berasal dari bahasa Latin yang berarti “aktor”. Orang yang memiliki gangguan tersebut memperlihatkan kepura-puraan mereka dalam perilaku kesehariannya. Diagnosis kepribadian histrionic,yang sebelumnya disebut histerikal, ditegakkan bagi orang-orang yang terlalu dramatis dan mencari perhatian. Mereka sering kali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik yang tidak biasa. Para individu tersebut, meskipun menujukkan emosi secara berlebihan, diperkirakan memiliki emosi yang dangkal. Perbedaan antara orang-orang dengan gangguan tersebut dengan orang-orang yang menunjukkan perasannya di saat yang tepat adalah dari sifat keadaaan emosional mereka yang sepintas lalu dan maksud mereka memperlihatkan emosi yang berlebihan adalah memanipulasi orang lain daripada mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya. Gangguan ini biasanya lebih biasa terjadi pada wanita atau karena orang-orang yang menyandang label perilaku histrionic diberi stereorip wanita.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa itu histrionic personality disorder?
2.      Apa gejala dari histrionic personality disorder?
3.      Bagaiman cara menyembuhkan histrionic personality disorder?


BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Histrionic Personality Disorder
Histrionic personality disorder adalah salah satu kondisi yang disebut “Cluster B” atau “dramatic” gangguan kepribadian. Seseorang yang mengidap gangguan ini mempunyai emosi yang tidak stabil dan terdistorsi citra diri.  Untuk beberapa orang yang memiliki gangguan kepribadian histrionic, kepercayaan diri mereka tergantung dari orang lain dan tidak berasal dari perasaan yang tulus atau benar. Mereka saat ingin diperhatikan dan terkadang berperilaku dramatically atau tidak sesuai untuk mendapatkan perhatian. Kata histrionik berarti “dramatis atau theatrical”. Gangguan ini biasanya terjadi pada wanita daripada laki-laki dan biasanya terjadi pada remaja atau dewasa awal.

2.2  Gejala terjadinya Histrionic Personality Disorder
Seseorang yang mempunyai gangguan histrionik mempunyai kemampuan yang bersosial yang bagus, walaupun mereka menggunak kemampuan mereka untuk memanipulasi orang lain sehingga mereka bisa menjadi pusat perhatian. Seseorang yang mempunyai gangguan ini bisa:
·        Tidak merasa nyaman apabila dia tidak menjadi pusat perhatian
·        Menggunakan baju yang profokatif atau menunjukan yang tidak sesuai
·        Perubahan emosi yang cepat
·        Berprilaku sangat dramatis dengan emosi dan ekspresi yang berlebihan
·        Sangat memperhatikan penampilan
·        Terus menerus mencari kepastian atau kesetujuan
·        Sangat mudah terpengaruh oleh orang lain
·        Sangat sensitive terhadap kritikan
·        Mempunyai toleransi yang rendah dan mudah bosan dengan rutinitas, memulai sesuatu tanpa menyelesaikan atau melewatkan pekerjaan yang satu ke yang lain
·        Tidak berfikir sebelum bertindak
·        Membuat keputusan yang seenaknya
·        Menjadi pusat perhatian dan jarang memperhatikan orang lain
·        Susah dalam menjaga hubungan, sering berpura-pura dalam berurusan dengan orang lain
·        Mencoba atau menakut-nakuti untuk bunuh diri untuk mendapat perhatian

2.3   Terapi yang digunakan
Secara keseluruhan, individu yang mempunyai gangguan histrionik tidak membutuhkan terapi. Mereka cenderung melebih-lebihkan perasaannya dan ketidaksukaan terhadap rutinitas, yang susah untuk membuat jadwal treatment. Bagaimanapun, mereka meminta bantuan jika sedang depresi atau mempunyai masalah yang disebabkan oleh perilaku mereka yang membuat mereka stress. Psikoterapi (tipe konseling) biasanya merupakan treatment yang dipilih untuk histrionic personality disorder. Tujuan dari treatment ini adalah untuk membantu individu membuka motivasi dan ketakutan yang menghubungkan dengan pikiran atau perilakunya dan membantu individu tersebut untuk belajar berhubungan orang lain dengan cara yang positif. Medication mungkin bisa digunakan sebagai treatment tambahan untuk gejala stress yang muncul bersamaan dengan gangguan ini seperti, depresi dan kecemasan.

2.4  Kasus Hilde
Hilde adalah seorang wanita yang berumur 42 tahun dengan gangguan histrionik. Hilde menderita depresi. Dia menemui dokter keluarganya dan mengatakan hal ini kemudian diberikan valium yang pada akhirnya tidak cocok dengan obat tersebut. Kemudian, dokternya menyarankan untuk ke psikiater dimana dia akan terapi. Hilda terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan diberikan sesuatu untuk prestasi. Dia cantik, mempunyai teman yang banyak dan menjadi manja. Ibu Hilda tidak ikut campur dengan kehidupannya, walaupun dia sering mempamerkan Hilde kepada temannya. Ayah Hilde tidak mempunyai waktu untuk Hilde dan ibu Hilde tidak seutuhnya memberikan perhatian kepadanya.  Kemungkinan gangguan yang terjadi pada Hilde berasal dari belajar dan genetik. Walaupun dia tidak mengakui Hilde mempunyai kekurangan dalam kelekatan emosi di hidupnya. Dia berkembang dari keluarga yang kurang perhatian dan harus menjadi perfect di sekolah atau di kuliah tanpa membuat koneksi yang benar. Setelah kuliah, dia didekati oleh Steve untuk waktu yang singkat sebelum akhirnya mereka menikah. Bahkan masih hubungan mereka kurang mendalami. Hilde secara emosional tidak sensitif dan menghindari untuk mengambil tanggung jawab untuk perannya sendiri dalam hubungan. Dia tidak mempunyai semangat untuk hidupnya. Dia kurang bertanggung jawab pada sesuatu karena dia mengabaikan konsekuensinya dengan penampilannya dan pesonanya. Hilde mempunyai masalah berhubungan dengan orang untuk lebih dekat yang bisa membuat dirinya terlihat rentan. Dia terlihat bahagia dan optimis disekitar lingkungannya, walaupun ketika dia mempunyai masalah dalam hidupnya. Hilde menjadi depresi,tampaknya dia sadar dengan masalah yang dia sebabkan dalam dirinya dan tidak mampu untuk mengatasinya Dalam pertemuannya dengan psikiaternya, Hilde membicarakan tentang masa lalunya, namun tidak melihat bagaimana masa lalunya telah mempengaruhi stressnya ini. Saat psikiaternya ingin lebih menggali lebih dalam tentang masa lalunya, Hilde menjadi kesal dan marah. Suami Hilde menjelaskan hilde seorang yang bersemangat dan riang ketika bertemunya. Penampilan dan seksualitas hilde telah mendapat dirinya sesuai apa yang dia inginkan. Saat penampilannya tidak mencolok atau tidak menarik, dia semakin berobsesi untuk membuat penampilannya lebih menarik, yang mengacu pada Mayo Clinic (2010) gejala dari gangguan histrionik.

2.5 Analisis Kasus
            Teoritikus kognitif-perilaku menyatakan bahwa orang-orang tersebut menderita karena perspektif kesalahan yang mendasari pendekatan mereka terhadap kehidupan. (Freeman, Pretzer, Fleming, & Simon, 1990). Teori psikoanalisis mendominasi dan berpendapat bahwa emosionalitas dan ketidaksenonohan perilaku secara seksual didorong oleh ketidaksenonohan orang tua, terutama ayah kepada anak perempuannya. Ekspresi emosi yang berlebihan pada orang-orang histrionic dipandang sebagai gejala-gejalan konflik tersembunyi tersebut, dan kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dipandang sebagai cara untuk mempertahankan diri dari perasaan yang sebenarnya yaitu harga diri yang rendah.

            

Rasional emotif Therapy (materi, video dan analisis video)

Nama : Andika Ibnul Faisal Sadif Kelas  : 3PA02 Npm  : 11514069 I. MATERI RET   A. Rational Emotive Therapy (RET) 1.   ...