TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR
KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN
Training PESEK
Oleh : Andika Ibnul Faisal Sadif (11514069)
Kelas : 1 PA 11
A.
LATAR BELAKANG
Di
era globalisasi saat ini yang serba instant,
menuntut seseorang untuk bekerja secara cepat tanpa mempertimbangkan proses.
Maka tak heran sering kita jumpai dalam dunia pendidikan banyak remaja yang
kurang percaya akan potensi diri mereka sendiri. Hal ini di sebabkan oleh,
meningkatnya tindakan curang yang di lakukan secara berulang-ulang. Apabila hal
ini terus di biasakan maka akan timbul tindakan yang kurang kreatif. Sehingga
dalam merespon stimulus baik yang di terima di dalam lingkup sekolah atau di luar
menjadi berkurang.
Oleh
karena itu kami mempunyai inisiatif melalui karya kreatif kami untuk melakukan
training “PESEK” (Positive Self Talk) di
kalangan remaja. Kami berkeyakinan dengan di adakannya training
ini dapat melatih remaja untuk mengembangkan rasa percaya diri akan
kemampuan yang di miliki dan melatih untuk berpikir positif dalam menghadapi
permasalahan baik di sekolah atau di lingkungan tempat remaja tersebut itu
tinggal.
B.
KONSEP KREATIF
1.
Produk
Training
PESEK
*ket
PESEK : Positive Self Talk
2.
Person
o
Pengelolah
·
Trainer yang ahli di bidang psikologi
·
Panitia training yang berasal dari
fakultas Psikologi
o
Pendukung karya
·
Lembaga pendidikan, universitas, sekolah
yang berperan sebagai penyedia fasilitas tempat di adakannya training
·
HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia)
yang berperan sebagai lembaga yang menaungi penyelenggaraan training khususnya dalam dunia
pendidikan dan atas pelatihan seperti
yang telah tercantum dalam kode etik psikologi Indonesia BAB VIII tentang pendidikan dan pelatihan.
o
Sasaran
·
Remaja Siswa – siswi SMA se-Jabodetabek
·
Mahasiswa se-Jabodetabek
·
Anak jalanan
C.
PRESS
ü Motivasi
Kami
ingin menciptakan anak bangsa yang lebih kreatif dan inovatif dalam berbagai bidang. Mencegah tindakan yang
instant dalam melakukan hal seberat apapun, serta menumbuhkan potensi yang ada
pada diri sendiri.
ü Dampak
1. Positif
a. Melatih
siswa untuk membangun rasa percaya diri.
b. Mengurangi
perbutan curang yang biasa di lakukan di sekolah.
c. Meminimalisir
adanya kecenderungan rasa cemas dalam diri siswa.
d. Mengembangkan
cara berpikir positif.
2. Negatif
Pelatihan
ini membutuhkan waktu yang cukup banyak menyita waktu, apa lagi di tambah
dengan jumlah subjek yang terlalu banyak sehingga sulit di lakukan pengontrolan
keefektifan training tersebut.
ü Prediksi
Jika
training ini sering di lakukan maka secara otomatis cara berpikir positif dan rasa percaya diri semakin berkembang.
ü Faktor yang mendukung atau yang
mengagalkan implementasi produk
1. Mendukung
a. Adanya
kerjasama antara pihak yang mengadakan training
dan lembaga pendidikan.
b. Andanya
kerjasama antara subjek yang terlibat dalam training
untuk bersunguh-sungguh mengikuti training
sampai selesai.
c. Fasilitas
pendukung training (ruangan yang nyaman)
2. Mengagalkan
a. Tidak
ada kesungguhan subjek dalam mengikuti trining
b. Subjek
yang menjadi peserta pelatihan bukan yang sudah mempunyai rasa percaya diri
ü Cara mengatasi kegagalan produk
1. Sebelum
mengikuti pelatihan subjek di beri surat perjanjian dan untuk mengikuti
pelatihan sampai selesai.
2. Melakukan
seleksi terlebih dahulu kepada subjek sebelum melakukan pelatihan dengan cara
melakukan kerjasama dengan guru yang biasa mengajar di kelas.
D.
PROSES
1. Melakukan
kerjasama dengan trainer yang siap memberikan pelatihan
2. Melakukan
kerjasama dengan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3. Melakukan
penyeleksian terhadap subjek yang terlibat dalam pelatihan
4. Membuat
surat perjanjian dengan subjek yang ingin melakukan pelatihan
5. Melakukan
peninjauan ruangan tempat di lakukannya pelatihan
6. Membuat
jadwal pelatihan
7. Menyelengaraan
pelatihan
8. Melakukan
evaluasi kegiatan pelatihan